Ingin punya kartu kredit tetapi belum tahu harus mulai dari mana?
Cara membuat kartu kredit sebenarnya cukup sederhana. Anda perlu memilih kartu yang sesuai kebutuhan, memenuhi persyaratan penerbit, menyiapkan dokumen, lalu mengikuti proses verifikasi. Pengajuan bisa dilakukan secara online maupun offline, tergantung fasilitas yang disediakan bank atau penerbit kartu.
Namun, memenuhi syarat dasar belum tentu berarti pengajuan otomatis disetujui. Penerbit tetap akan menilai kondisi dan riwayat keuangan calon pemegang kartu. Simak penjelasannya.
💡 Highlights
- Cara membuat kartu kredit pada dasarnya sederhana: pilih kartu yang sesuai kebutuhan, penuhi persyaratan penerbit, siapkan dokumen, lalu ikuti proses verifikasi. Pengajuan bisa online maupun offline.
- Syarat umumnya mengacu ketentuan OJK: usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan penghasilan minimum Rp3 juta per bulan. Dokumen yang biasa diminta meliputi KTP, NPWP, dan slip gaji atau bukti penghasilan.
- Setelah pengajuan masuk, bank melakukan verifikasi termasuk pengecekan rekam kredit (SLIK), pekerjaan, dan tempat tinggal. Lama prosesnya bervariasi tergantung penerbit, jenis kartu, dan kelengkapan dokumen.
- Memenuhi syarat usia dan penghasilan tidak menjamin pengajuan pasti disetujui. Penerbit tetap menilai profil risiko dan riwayat keuangan calon pemegang kartu.
- Penyebab umum penolakan: riwayat SLIK bermasalah (masih ada tunggakan), serta dokumen yang tidak lengkap atau datanya tidak sesuai. Cek dulu kondisi SLIK Anda sebelum mengajukan, dan jangan mengisi data yang tidak benar demi meningkatkan peluang.
Apa Saja Syarat Membuat Kartu Kredit?
Syarat kartu kredit bisa berbeda tergantung bank dan jenis kartu yang dipilih. Namun, ada beberapa ketentuan umum yang perlu Anda perhatikan, antara lain:
Syarat Usia dan Penghasilan Minimum
Untuk pemegang kartu kredit utama, ketentuan yang dirujuk OJK menetapkan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Sementara itu, penghasilan minimum yang menjadi acuan adalah Rp3 juta per bulan.
Selain syarat tersebut, penerbit kartu tetap punya kebijakan masing-masing dalam menilai kelayakan calon nasabah.
Artinya, memenuhi batas usia dan penghasilan bukan berarti kartu kredit pasti disetujui.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen yang diminta juga bisa berbeda antar penerbit. Secara umum, Anda perlu menyiapkan dokumen seperti:
- KTP;
- NPWP;
- Slip gaji atau bukti penghasilan;
- Dokumen pendukung lain sesuai pekerjaan dan kebijakan penerbit.
Sebagai contoh, BCA mencantumkan KTP, NPWP, slip gaji, serta buku tabungan sebagai bagian dari dokumen pengajuan. Bagi pemohon yang sudah punya kartu kredit, tagihan kartu kredit sebelumnya juga bisa diminta.
Karena itu, sebaiknya cek persyaratan kartu yang ingin Anda ajukan sebelum mengisi formulir.
Bagaimana Cara Membuat Kartu Kredit?
Setelah persyaratan siap, proses pengajuan umumnya terdiri dari beberapa tahap, mulai dari memilih kartu, mengisi pengajuan, menyerahkan dokumen, menjalani verifikasi, kemudian menunggu keputusan penerbit.
Cara Pengajuan secara Online
Beberapa bank menyediakan pengajuan kartu kredit melalui website atau platform digital masing-masing.
Langkah umumnya:
- Pilih jenis kartu kredit yang sesuai.
- Buka kanal pengajuan resmi bank.
- Isi data pribadi dan informasi pekerjaan.
- Unggah dokumen yang diminta.
- Kirim pengajuan.
- Tunggu proses verifikasi dari pihak bank.
Pastikan Anda menggunakan kanal resmi penerbit. Jangan menyerahkan KTP, NPWP, slip gaji, atau data keuangan melalui pihak yang tidak jelas.
Cara Pengajuan secara Offline
Kalau memilih cara offline, Anda bisa mendatangi kantor cabang bank terdekat yang menyediakan layanan pengajuan kartu kredit.
Secara umum, prosesnya meliputi:
- Memilih jenis kartu.
- Menyiapkan dokumen.
- Mengisi formulir pengajuan.
- Menyerahkan dokumen kepada pihak bank.
- Menjalani proses verifikasi.
- Menunggu keputusan pengajuan.
- Proses Verifikasi dan Pengecekan SLIK
Setelah pengajuan diterima, bank akan melakukan verifikasi untuk menilai kelayakan calon pemegang kartu.
Pengecekan bisa mencakup informasi seperti rekam kredit, pekerjaan, dan data lain yang dibutuhkan untuk proses penilaian. BCA, misalnya, menjelaskan adanya proses verifikasi terhadap rekam kredit, tempat kerja, dan tempat tinggal pemohon.
Karena itu, riwayat pembayaran kredit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan kartu kredit.
Berapa Lama Proses Pengajuan Kartu Kredit?
Tidak ada satu waktu proses yang berlaku untuk semua bank.
Lamanya pengajuan bergantung pada penerbit, jenis kartu, kelengkapan dokumen, serta proses verifikasi yang dilakukan.
Yang bisa Anda lakukan adalah memastikan seluruh data dan dokumen yang diberikan benar serta mudah diverifikasi. Kalau ada data yang tidak sesuai atau persyaratan belum terpenuhi, proses pengajuan bisa tertunda atau bahkan tidak disetujui.
Setelah disetujui, kartu kemudian dikirimkan kepada pemohon dan perlu diaktivasi sebelum digunakan.
Kenapa Pengajuan Kartu Kredit Sering Ditolak?
Pengajuan kartu kredit tidak hanya ditentukan oleh usia dan penghasilan.
Penerbit juga mempertimbangkan profil risiko dan kondisi keuangan calon nasabah. OJK menjelaskan bahwa penerbit kartu punya penilaian berdasarkan risk appetite masing-masing dan calon pemegang kartu perlu punya riwayat keuangan yang baik.
Pastikan Riwayat SLIK Bersih
Riwayat kredit menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses pengajuan.
Kalau Anda masih punya tunggakan atau riwayat pembayaran yang bermasalah, peluang pengajuan disetujui bisa menjadi lebih kecil.
Untuk itu, sebelum mengajukan kartu kredit, sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi informasi kredit Anda di SLIK dan pastikan kewajiban yang ada sudah ditangani.
Penghasilan dan Kelengkapan Dokumen Sesuai Syarat
Penghasilan yang memenuhi batas minimum belum cukup kalau dokumen yang diberikan tidak lengkap atau informasi di dalamnya tidak sesuai.
Sebelum mengirim pengajuan, periksa kembali:
- Kesesuaian identitas;
- Bukti penghasilan;
- Dokumen pekerjaan;
- NPWP kalau dipersyaratkan;
- Dokumen pendukung lainnya.
Jangan mengisi data dengan informasi yang tidak sesuai hanya untuk meningkatkan peluang persetujuan.
Kalau Tagihan Kartu Kredit Sudah Menumpuk, Apa Solusinya?
Kartu kredit memang bisa membantu transaksi dan memberikan fleksibilitas pembayaran. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan membayar.
Kalau tagihan sudah menumpuk, menambah kartu atau mengambil pinjaman baru untuk menutup tagihan lama belum tentu menyelesaikan masalah. Beban pembayaran justru bisa semakin besar.
Dalam kondisi seperti ini, Anda bisa terlebih dahulu memetakan seluruh utang, menghitung kemampuan pembayaran, kemudian mempertimbangkan opsi seperti negosiasi atau konsolidasi utang sesuai kondisi.
Kalau Anda kesulitan menyusun langkah penyelesaian, FLIN bisa membantu memetakan kondisi utang dan mencari skema penyelesaian yang lebih terstruktur, termasuk negosiasi atau konsolidasi utang.
Penasaran? Yuk, konsultasikan kondisi utang Anda dengan FLIN atau dengan cara klik tombol di bawah. GRATIS!
Pada kesimpulannya, cara membuat kartu kredit dimulai dari memilih kartu yang sesuai, memastikan memenuhi persyaratan, menyiapkan dokumen, kemudian mengikuti proses pengajuan dan verifikasi dari penerbit.
Pengajuan bisa dilakukan secara online maupun offline. Namun, memenuhi syarat dasar seperti usia dan penghasilan tidak menjamin pengajuan pasti disetujui karena penerbit tetap melakukan penilaian terhadap profil dan riwayat keuangan calon nasabah.
Sebelum mengajukan, pastikan kondisi keuangan Anda sehat dan pahami kemampuan membayar tagihan. Kartu kredit sebaiknya digunakan sebagai alat pembayaran yang terencana, bukan sebagai cara untuk menutup kekurangan dana secara terus-menerus.
Baca info lebih lanjut soal bagaimana mengelola kartu kredit lewat artikel-artikel di bawah ini: