Daftar isi

Anda KOL 1, Selamat! Tapi Apakah Aman?

Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

Saat Anda mengecek skor kredit, Anda masuk KOL 1. Wah, pasti hati senang dong. Tidak ada masalah finansial, tidak ada cicilan menunggak, jadi Anda tenang.

Eh, tapi jangan langsung santai dulu. Status Kol 1 bisa berubah begitu Anda mulai terlambat bayar cicilan.

Apa Itu Kol 1?

Kol 1 singkatan dari Kolektibilitas 1, status yang menandakan debitur selalu penuhi kewajiban pembayaran sesuai jadwal yang sudah disepakati

Istilah ini dipakai di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK. Lembaga keuangan menggunakannya sebagai acuan waktu menilai riwayat pembayaran nasabah.

Gampangnya, kalau semua cicilan Anda bayar tepat waktu dan nggak pernah nunggak, status kredit biasanya akan tetap di Kol 1.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyebutkan, kolektibilitas adalah indikator buat menilai kelancaran pembayaran pokok maupun bunga kredit oleh debitur.

Penilaian itu membantu bank atau lembaga pembiayaan mengukur tingkat risiko dari tiap fasilitas kredit yang diberikan.

Berikut gambaran sederhananya.

  1. Kol 1
    Pembayaran selalu lancar dan tepat waktu.
  2. Kol 2
    Mulai ada keterlambatan pembayaran, tapi masih tergolong ringan dan umumnya belum berlangsung lama. (info lebih lanjut di sini)
  3. Kol 3
    Tunggakan sudah berlangsung lebih lama sehingga kualitas kredit mulai dianggap kurang lancar.
  4. Kol 4
    Keterlambatan semakin serius dan kemampuan membayar mulai dipertanyakan. (Info lebih lanjut di sini)
  5. Kol 5
    Kredit masuk kategori macet karena tunggakan telah berlangsung cukup lama. (Info lebih lanjut di sini)

Nah, semakin tinggi angka kolektibilitas, semakin besar pula risiko yang dinilai bank atau lembaga pembiayaan. Itu sebabnya banyak orang berusaha menjaga status kreditnya tetap di Kol 1.

Kenapa Kol 1 Sangat Penting?

Berikut pentingnya Kol 1 yang perlu Anda ketahui:

Menjadi Salah Satu Syarat Pengajuan KPR, KTA, dan Kartu Kredit

Misalnya Anda ingin beli rumah lewat KPR.

    Sebelum lihat slip gaji atau nilai rumah yang akan dibeli, bank biasanya mengecek dulu riwayat kreditmu lewat SLIK OJK.

    Kalau status masih Kol 1, peluang lolos ke tahap analisis berikutnya tentu lebih besar dibanding orang yang punya riwayat tunggakan.

    Hal yang sama juga berlaku waktu Anda ajukan:

    1. Kredit kendaraan.
    2. Kredit tanpa agunan (KTA).
    3. Kartu kredit.
    4. Pembiayaan multiguna.

    Meski bukan satu-satunya faktor penentu, kualitas kredit tetap jadi salah satu aspek yang paling diperhatikan.

    Dapat Memengaruhi Limit dan Bunga yang Ditawarkan

    Bukan cuma soal disetujui atau ditolak. Riwayat kredit yang baik juga bisa memengaruhi fasilitas yang ditawarkan kepadamu.

      Contohnya, dua orang punya penghasilan sama dan mengajukan kartu kredit di bank yang sama.

      Bedanya, orang pertama selalu jaga status Kol 1, sedangkan orang kedua beberapa kali mengalami keterlambatan pembayaran.

      Dalam kondisi seperti ini, bank bisa saja kasih limit atau skema bunga yang berbeda karena tingkat risiko keduanya nggak sama.

      Menjadi Nilai Tambah Saat Melamar Pekerjaan Tertentu

      Nggak semua perusahaan mengecek riwayat kredit calon karyawannya.

        Tapi untuk posisi tertentu, terutama yang berkaitan dengan keuangan, perbankan, atau pengelolaan dana, perusahaan bisa memeriksa background, termasuk melihat riwayat kredit kalau memang diperlukan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

        Jadi, menjaga kualitas kredit bukan cuma bermanfaat waktu Anda ingin ajukan pinjaman, tapi juga bisa jadi nilai tambah di situasi tertentu di dunia kerja.

        Kapan Status Kol 1 Bisa Berubah?

        Semakin sering atau semakin lama Anda tunda pembayaran, semakin besar kemungkinan status kolektibilitasmu berubah. Berikut gambaran perubahan status kolektibilitas:

        Telat 1–30 Hari, Masih Kol 1 atau Sudah Kol 2?

        Waktu telat bayar cicilan atau utang 1-30 hari, apakah status Kol masih 1 atau sudah Kol 2? Jawabannya, nggak selalu langsung berubah jadi Kol 2.

          Perubahan status kolektibilitas bergantung pada pelaporan dari bank atau lembaga pembiayaan serta lamanya tunggakan yang tercatat dalam sistem.

          Karena itu, ada orang yang baru terlambat beberapa hari tapi statusnya masih Kol 1, sementara ada juga yang mulai masuk Kol 2 setelah keterlambatan berlanjut.

          Yang perlu diingat, semakin sering keterlambatan terjadi, semakin besar risiko kualitas kredit ikut menurun.

          Telat 31–60 Hari, Risiko Masuk Kol 3

          Kalau tunggakan sudah lewat sebulan dan belum juga diselesaikan, kondisinya mulai beda.

            Di tahap ini, bank melihat bahwa keterlambatan bukan lagi sekadar lupa bayar atau terlambat beberapa hari. Ada indikasi bahwa kemampuan membayar mulai terganggu.

            Akibatnya, peluang pengajuan kredit baru juga bisa ikut terpengaruh karena riwayat pembayaran nggak lagi sebaik sebelumnya.

            Kalau memang lagi kesulitan membayar, jangan tunggu sampai tunggakan semakin panjang. Menghubungi kreditur lebih awal biasanya jauh lebih baik daripada menghindari komunikasi.

            Telat 61–90 Hari, Risiko Semakin Besar

            Waktu tunggakan sudah berlangsung sampai dua atau tiga bulan, kualitas kredit biasanya akan dinilai semakin buruk.

              Di kondisi begini, Anda mungkin mulai nerima penagihan yang lebih intens dibanding sebelumnya.

              Selain itu, kalau suatu saat ajukan KPR, kredit kendaraan, atau kartu kredit baru, lembaga keuangan akan lihat bahwa pernah ada tunggakan yang cukup lama di riwayat kreditmu.

              Semakin lama keterlambatan dibiarkan, semakin sulit pula memperbaiki reputasi kredit tersebut.

              Telat Lebih dari 90 Hari, Kredit Bisa Masuk Kategori Macet

              Kalau cicilan nggak kunjung diselesaikan sampai lebih dari 90 hari, risikonya tentu jauh lebih serius.

                Status kredit bisa masuk ke kategori macet atau Kol 5, yang menunjukkan kewajiban pembayaran sudah lama nggak dipenuhi.

                Dalam kondisi ini, kreditur biasanya akan ambil langkah lanjutan sesuai kebijakan dan perjanjian yang berlaku, misalnya meningkatkan intensitas penagihan atau menawarkan opsi penyelesaian tertentu.

                Makanya, kalau mulai merasa kesulitan bayar cicilan, sebaiknya jangan tunggu sampai status kredit turun ke tahap ini.

                Kalau beban cicilan sudah terlalu banyak sampai mengganggu arus kas bulanan, Anda bisa konsultasi dengan FLIN. Program Dana Talangan bisa jadi salah satu opsi buat bantu menyusun kembali kewajiban pembayaranmu biar lebih terkelola. Penasaran? Klik tombol di bawah.

                Cara Cek Status Kolektibilitas di SLIK OJK

                Kalau Anda belum pernah cek riwayat kredit sendiri, sekarang waktu yang tepat buat mulai melakukannya.

                Dengan tahu status kolektibilitas dari awal, Anda bisa segera ambil langkah kalau ternyata ada data yang perlu diperbaiki atau masih ada tunggakan yang belum diselesaikan.

                Cek Secara Online Melalui iDeb OJK

                Cara paling praktis lewat layanan iDebku (https://idebku.ojk.go.id/) yang disediakan OJK.

                  Anda cukup siapkan dokumen identitas, lalu ikuti proses pendaftaran sesuai petunjuk di situs resmi OJK.

                  Setelah permohonan diproses, Anda akan terima laporan berisi informasi tentang fasilitas kredit yang pernah dimiliki, termasuk status kolektibilitasnya.

                  Datang Langsung ke Kantor OJK

                  Kalau mengalami kendala waktu pakai layanan online, Anda juga bisa ajukan permohonan informasi iDeb secara langsung lewat kantor OJK sesuai prosedur yang berlaku.

                    Sebelum datang, pastikan Anda sudah siapkan dokumen yang dibutuhkan biar prosesnya berjalan lebih lancar.

                    Cara Menjaga Status Kol 1 Tetap Aman

                    Menjaga Kol 1 sebenarnya jauh lebih mudah dibanding memperbaikinya setelah turun ke Kol 2 atau bahkan Kol 5.

                    Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa bantu menjaga kualitas kreditmu tetap baik.

                    Bayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo

                    Cara paling sederhana tentu dengan bayar cicilan tepat waktu.

                      Kalau memungkinkan, jangan tunggu sampai hari terakhir. Membayar satu atau dua hari lebih awal bisa bantu hindari keterlambatan akibat gangguan sistem atau kendala transaksi.

                      Aktifkan Autodebet atau Pengingat Pembayaran

                      Banyak orang telat bayar bukan karena nggak punya uang, tapi karena lupa tanggal jatuh tempo.

                        Kalau bank menyediakan fitur autodebet atau pengingat pembayaran, manfaatkan fasilitas itu biar risiko lupa bisa dikurangi.

                        Jangan Terlalu Banyak Mengambil Kredit Sekaligus

                        Semakin banyak cicilan yang berjalan bersamaan, semakin sulit pula mengatur arus kas tiap bulan.

                          Misalnya Anda masih punya cicilan kendaraan, kartu kredit, paylater, dan pinjaman online.

                          Masing-masing mungkin terasa ringan kalau dilihat sendiri-sendiri. Tapi waktu tanggal jatuh temponya berdekatan, risiko terlambat bayar bakal semakin besar.

                          Karena itu, sebelum ambil fasilitas kredit baru, pastikan cicilan yang sudah ada masih sesuai dengan kemampuan finansialmu.

                          Hindari Terus-Menerus Membayar Minimum Payment

                          Membayar minimum payment memang lebih baik daripada nggak bayar sama sekali.

                            Tapi kalau dilakukan terus-menerus, saldo utang bakal lebih lama berkurang karena bunga tetap berjalan.

                            Kalau mulai merasa cuma mampu bayar minimum payment tiap bulan, itu bisa jadi tanda kalau kondisi keuangan perlu segera dievaluasi.

                            Cek SLIK Secara Berkala

                            Nggak perlu tunggu sampai mau ajukan KPR atau kredit kendaraan. Coba luangkan waktu buat cek SLIK secara berkala, misalnya setahun sekali.

                              Dengan begitu, Anda bisa tahu lebih cepat kalau ada data yang kurang sesuai atau ada fasilitas kredit yang ternyata masih tercatat aktif.

                              Kalau saat ini Anda mulai kesulitan bayar beberapa cicilan sekaligus dan khawatir status kredit ikut terdampak, jangan tunggu sampai tunggakan semakin besar.

                              Yuk, konsultasi dengan tim FLIN buat mendiskusikan kondisi keuangan yang lagi dihadapi dan manfaatkan solusi kayak restrukturisasi pembayaran sampai konsolidasi utang yang bisa disesuaikan dengan kemampuan bayarmu. Klik tombol di bawah buat mulai.

                              Pastikan agar status Anda selalu KOL 1 ya, utk cara mengelola dan tips membersihkannya cek di bawah ini:

                              Jangan lupa untuk share artikel ini di sosial mediamu!

                              Anda Tidak Perlu Menanggung Ini Sendirian

                              Konsultasikan kondisi keuangan Anda dan mulai rencana pelunasan yang jelas bersama FLIN

                              Artikel terkait

                              Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

                              Dasar utang

                              Anda KOL 1, Selamat! Tapi Apakah Aman?

                              Cara Mengatasi Hutang Koperasi Harian Yang Realistis

                              Dasar utang

                              Cara Mengatasi Hutang Koperasi Harian Yang Realistis

                              Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

                              Dasar utang

                              Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

                              Cara Melunasi Shopee PayLater Panduan & Solusi Kalau Gagal (1)

                              Kurang Cicilan s.d 70% dengan FLIN

                              • Konsultasi Gratis
                              • Tanpa Jaminan
                              • Resmi Terdaftari KOMDIGI