Daftar isi

Collateral adalah Jaminan? Pahami Fungsi dan Jenisnya

pria memegang kertas dengan teks di atas meja

Istilah collateral adalah suatu istilah yang kerap ditemukan ketika proses pengajuan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan.

Secara sederhana, collateral adalah aset yang jadi jaminan. Perannya begitu besar baik bagi debitur dan kreditur. Mulai dari memberikan rasa aman, memberikan akses yang lebih luas, hingga mengurangi kerugian.

Untuk lebih jelas mengenal apa yang dimaksud collateral mari simak artikel FLIN berikut ini!

Apa itu Collateral?

Collateral adalah jaminan atau agunan berupa aset bernilai ekonomi dan hukum yang digunakan dalam transaksi pinjaman antara kreditur dan debitur. Misalnya, saat seseorang mengajukan pinjaman hipotek, maka rumahnya akan digunakan sebagai collateral.

Tujuan dari pemberian jaminan ini adalah untuk memberikan perlindungan kepada kreditur bahwa debitur akan mengembalikan pinjamannya.

Karena menjadikan aset sebagai jaminan, biasanya pinjaman jenis ini memiliki suku bunga lebih rendah dibanding dengan KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Namun, bila peminjam gagal melunasi atau melanggar kesepakatan, maka bank atau lembaga keuangan selaku pemberi pinjaman punya hak untuk menjual jaminan untuk menutup kerugian mereka.

Hal ini dikenal sebagai hak gadai, sesuai dengan surat pengakuan utang yang mengikat kedua belah pihak (kreditur dan debitur), di mana dalam surat tersebut, seluruh aset agunan debitur akan menjadi bagian dari pengakuan utang.

Kalkulator Dana Talangan

Cek Kelayakan Anda

Lihat seberapa banyak dukungan yang bisa kamu dapat berdasarkan situasi keuanganmu

Perhitungan gratis Tidak mempengaruhi kredit Kurang dari 30 detik
Data Keuangan
Rp
Penghasilan utama wajib diisi
Rp
Rp
Wajib diisi (isi 0 jika tidak ada)
Rp
Jumlah pinjaman wajib diisi
Hasil perhitungan akan muncul di sini Isi form di sebelah kiri, lalu tekan
"Cek Kelayakan Sekarang"
Kabar Baik! 🎉
Anda layak mendapatkan Dana Talangan.
Berikut adalah estimasi rencana Anda.
Jumlah Dana Talangan
Tenor
Perbandingan Cicilan Bulanan
Sebelum FLIN
Estimasi Cicilan
Setelah FLIN
Cicilan Dana Talangan
Hemat
Penghematan / Bulan
Satu Langkah Lagi
Skema Mediasi Sesuai Kondisi Anda
Berikut kondisi keuangan bulanan yang didapat jika mengajukan Program Mediasi.
Cicilan Dana Talangan (36 bln)
+ Cicilan atas Pinjaman Beragunan
Total Kewajiban Bulanan
Sisa untuk Kebutuhan Hidup
Penghasilan yang digunakan untuk cicilan utang
Mediasi Utang FLIN menegosiasikan potongan utang Anda dalam 6 bulan, sehingga Dana Talangan jadi lebih terjangkau — sambil tetap menyisihkan dana setiap bulannya.
Berapa banyak uang yang secara realistis dapat Anda sisihkan setiap bulan? (Gunakan slider di bawah untuk menyesuaikan dengan jumlah yang bisa Anda simpan)
Rp 0
Tabungan dalam 6 Bulan
Diskon Negosiasi (20%)
Total Pengurangan Utang
Sisa Utang Setelah 6 Bulan
Estimasi Cicilan Dana Talangan 36 Bulan
Penghasilan yang digunakan untuk cicilan utang sebelum program
Penghasilan yang digunakan untuk cicilan utang setelah program
Anda bisa mengajukan dana talangan 4 - 6 bulan lagi.
Sedikit Lagi, Lakukan Hal-Hal Ini Untuk Memenuhi Syarat
Program mediasi utang dapat membantu finansial Anda. Untuk saat ini, estimasi tabungan belum memenuhi kriteria untuk Dana Talangan. Tim FLIN akan membantu Anda untuk memenuhi syarat.
Mengumpulkan Penghasilan Tambahan
Bonus, THR, atau penghasilan lepas yang diperoleh selama 6 bulan ke depan.
Pinjaman Lunak Dari Keluarga, Teman, Atau Perusahaan
Jembatan jangka pendek tanpa bunga untuk menutup kesenjangan.
Pelepasan/Likuidasi Aset (Jalan Terakhir)
Pelepasan aset yang dijaminkan dapat mengurangi kewajiban bulanan, sementara likuidasi aset dapat memberikan dana untuk melunasi saldo pinjol yang ada.
Total Manfaat untuk Anda
Tabungan anda + jumlah yang dinegosiasi
vs
Biaya Program FLIN
10% dari utang yang ditangani
Manfaat jauh lebih besar dari biaya
Setiap rupiah yang Anda bayarkan ke FLIN bekerja untuk menghapus beberapa rupiah utang — dan memberi Anda jalan yang realistis kembali ke stabilitas finansial.

Fungsi Collateral

Fungsi utama collateral adalah sebagai jaminan, namun selain itu ada beberapa fungsi lainnya yang bisa didapatkan oleh kreditur atau debitur, seperti:

1. Meningkatkan Peluang Mendapatkan Pinjaman

Fungsi lainnya dari collateral adalah dapat meningkatkan kesempatan debitur mendapatkan pinjaman dari bank karena dianggap terlalu riskan. Namun, dengan jaminan yang diberikan debitur bisa meyakinkan pihak kreditur untuk memberikan pinjaman.

2. Bisa Mendapatkan Pinjaman yang Lebih Besar

Nilai jaminan yang diberikan memungkinkan debitur mendapatkan pinjaman yang lebih besar. Alasannya adalah karena collateral yang diberikan dapat meyakinkan kreditur bahwa pinjaman akan dikembalikan.

3. Menjaga Tingkat Kredit

Collateral juga berfungsi untuk membantu menjaga tingkat kredit debitur. Dengan memberikan jaminan, debitur bisa mendapatkan bunga pinjaman lebih rendah karena kreditur melihat risiko yang lebih kecil.  

4. Memberi Tambahan Keamanan

Bagi kreditur sebagai pemberi pinjaman, fungsi agunan dapat memberikan mereka rasa lebih aman. Ini karena jika debitur tidak bisa membayar pinjamannya, aset yang dijadikan jaminan dapat dijual untuk menutupi kerugian akibat gagal bayar.

Baca Juga: Solusi Menyelesaikan Cicilan KTA yang Macet

Syarat Objek Collateral

Tidak semua aset dapat digunakan sebagai agunan perjanjian kredit. Terdapat sejumlah syarat yang perlu dipenuhi agar suatu aset bisa dijadikan jaminan. Adapun syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Memiliki nilai ekonomi yang dapat dihitung secara objektif. Contohnya rumah atau kendaraan dengan nilai pasar yang jelas dan terukur.
  • Bisa dipindahtangankan atau dialihkan kepemilikannya bila debitur tidak bisa memenuhi kewajibannya. Contohnya sertifikat tanah yang bisa dialihkan kepada kreditur.
  • Memiliki status hukum yang dapat digunakan pihak kreditur untuk likuidasi bila debitur gagal melunasi utang. Contohnya rumah dengan dokumen yang lengkap.

Selain itu, ada beberapa kriteria dan persyaratan tertentu yang menentukan apakah agunan kredit bisa diterima oleh kreditur atau tidak, seperti:

  1. Tanah, memerlukan sertifikat hak atas nama peminjam.
  2. Rumah, perlu memiliki sertifikat atas nama peminjam, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), bebas dari sengketa.
  3. Kendaraan, memiliki BPKB, STNK, dan kunci kendaraan.
  4. Mesin pabrik, disertai spesifikasi pengunaan dan usia mesin.
  5. Surat berharga atau saham, harus memiliki masa aktif di Bursa Efek Indonesia.
  6. Emas atau logam mulia yang sering dijadikan jaminan di pegadaian pemerintah.
  7. Kapal laut atau pesawat terbang, harus memiliki ukuran tertentu dan terikat hipotek.
  8. Hasil ternak atau kebun, dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dengan bunga 0,5% per bulan untuk mendapatkan pinjaman usaha. Contohnya sapi betina atau hasil kebun yang layak dijadikan jaminan untuk Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

Jenis Collateral

Terdapat dua jenis collateral yang umum digunakan berdasarkan bentuk dan nilainya, yaitu sebagai berikut:

1. Hard Collateral

Hard collateral adalah jenis jaminan yang bersifat aset berwujud yang memiliki nilai pasar stabil dan mudah dijual kembali. Ini adalah jenis jaminan yang paling umum digunakan karena memberikan jaminan yang kuat bagi kreditur.

Beberapa contoh hard collateral antara lain:

  • Aset properti (rumah, apartemen, tanah),
  • Aset kendaraan (mobil, motor),
  • Aset mesin atau peralatan produksi,
  • Aset emas atau perak.

2. Soft Collateral

Jika hard collateral adalah jaminan aset berwujud, soft collateral adalah kebalikannya yaitu aset tidak berwujud yang nilai pasarnya tidak stabil, sulit untuk dijual kembali, atau bahkan tidak memiliki nilai finansial. Jenis jaminan ini biasanya digunakan sebagai pelengkap atau jika hard collateral tidak tersedia.

Contoh soft collateral antara lain:

  • Saham atau obligasi,
  • Rekening piutang,
  • Inventaris atau stok barang,
  • Brand, hak cipta, atau lisensi,
  • Deposit (uang yang disimpan di bank),
  • Sertifikat pendidikan seperti ijazah.

Contoh Penggunaan Collateral dalam Keuangan

Berikut beberapa contoh penggunaan collateral yang umum ditemui:

1. Collateral untuk Pembelian Rumah

Properti menjadi contoh collateral yang paling umum digunakan dalam pinjaman pembelian rumah. Bank atau lembaga keuangan akan menggunakan rumah yang dibeli sebagai jaminan untuk mengurangi risiko gagal bayar.

Jadi, apabila debitur tidak bisa melunasi cicilan, bank bisa menyita rumah tersebut dan bisa dijual kembali.

2. Jaminan untuk Kendaraan

Selain properti, kendaraan juga sering dijadikan jaminan sampai pinjaman lunas. Bila gagal bayar, kendaraan bisa ditarik oleh leasing.

3. Collateral untuk Pinjaman Secured Credit Card

Contoh penggunaan jaminan lainnya adalah untuk keperluan kartu kredit. Di mana bank akan mewajibkan calon nasabah menjamin deposito atau tabungan senilai limit kredit yang diajukan.

Fungsi dari jaminan ini untuk melindungi bank dari risiko gagal bayar dan membantu memperbaiki riwayat kredit yang buruk dari nasabah.

4. Collateral Pinjaman Bisnis

Untuk mendapatkan pinjaman bisnis, biasanya pengusaha akan menggadaikan aset mereka. Ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pemberi pinjaman agar mau menyetujui jumlah pinjaman yang diajukan.

Manfaat Collateral

Penggunaan agunan memberikan manfaat meminimalisir risiko gagal bayar yang mungkin akan merugikan kreditur.

Tidak sampai situ, berikut ini beberapa manfaat lainnya dari collateral baik untuk kreditur maupun debitur.

1. Mendapatkan Bunga Lebih Rendah

Dari sisi debitur, manfaat collateral adalah dapat memberikan mereka bunga yang lebih rendah. Ini karena aset yang mereka jaminkan akan mengurangi risiko gagal bayar.

2. Mendapatkan Limit Kredit yang Lebih Tinggi

Adanya jaminan juga memungkinkan debitur mendapatkan limit kredit yang lebih tinggi. Semakin tinggi nilai aset yang dijaminkan, bisa semakin tinggi juga limit kredit yang didapatkan.

3. Pengajuan Pinjaman Lebih Mudah

Collateral yang digunakan dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan kepada pemberi pinjaman. Sehingga pengajuan pinjaman pun akan lebih mudah.

4. Mendapatkan Tenor Lebih Lama

Dengan adanya jaminan yang diberikan kepada pihak kreditur, Anda dapat menerima tenor pinjaman yang lebih panjang. Ini karena kreditur memiliki jaminan yang dapat dijual kembali jika terjadi gagal bayar.

5. Mengurangi Risiko Kredit Macet

Collateral memberikan jaminan bahwa bila peminjam gagal membayar, maka kreditur bisa menggunakan aset yang dijaminkan untuk menutupi kerugian.

Itulah pembahasan tentang collateral yang merupakan aset jaminan dalam proses peminjaman.

Pastikan Anda bisa bertanggung jawab untuk melunasi pinjaman yang diajukan agar aset jaminan tidak disita.

Bila mengalami kendala dan ingin menyelesaikan tunggakan utang mulai dari 20 juta, 150 juta, atau bahkan 300 juta, FLIN dengan Program Dana Talangan siap membantu. Ajukan konsultasi gratis sekarang dan tim profesional FLIN akan membantu Anda mencapai kemandirian finansial!

Langkah bijak hari ini Untuk hidup yang lebih terkendali

Merdeka dari hutang bukan sekedar mimpi. Temukan solusi menyelesaikan hutang terbaik dengan FLIN dan #AturUlangHidupmu!

Ambil Langkah Pertama Menuju Hidup Bebas Utang

Jangan lupa untuk share artikel ini di sosial mediamu!

Anda Tidak Perlu Menanggung Ini Sendirian

Konsultasikan kondisi keuangan Anda dan mulai rencana pelunasan yang jelas bersama FLIN

Artikel terkait

Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

Dasar utang

Anda KOL 1, Selamat! Tapi Apakah Aman?

Cara Mengatasi Hutang Koperasi Harian Yang Realistis

Dasar utang

Cara Mengatasi Hutang Koperasi Harian Yang Realistis

Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

Dasar utang

Risiko Likuiditas, Contoh Kasus & Cara Mengatasinya

Cara Melunasi Shopee PayLater Panduan & Solusi Kalau Gagal (1)

Kurang Cicilan s.d 70% dengan FLIN

  • Konsultasi Gratis
  • Tanpa Jaminan
  • Resmi Terdaftari KOMDIGI