Daftar isi

Contoh Surat Permohonan Keringanan Angsuran Bank dan Cara Membuatnya

Contoh Surat Permohonan Keringanan Angsuran Bank dan Cara Membuatnya

Saat penghasilan menurun, terkena PHK, atau menghadapi kondisi darurat, cicilan bank yang tadinya terasa aman bisa berubah menjadi beban yang berat. Kalau kondisi ini dibiarkan, tunggakan Anda bisa semakin menumpuk.

Salah satu langkah yang bisa Anda lakukan adalah menghubungi bank dan mengajukan surat permohonan keringanan angsuran. Surat ini menjadi bentuk resmi untuk menjelaskan kondisi keuangan Anda sekaligus mengajukan solusi pembayaran yang masih mampu Anda jalankan.

Lalu, bagaimana contoh cara membuatnya? Apa saja yang perlu Anda cantumkan? Mari kita simak selengkapnya di bawah ini.

💡 Highlights

  • Surat permohonan keringanan angsuran adalah cara resmi menjelaskan kondisi keuangan ke bank saat cicilan mulai berat karena penghasilan turun, PHK, penurunan omzet usaha, atau kondisi darurat. Jangan menunggu tunggakan menumpuk, ajukan segera begitu kemampuan bayar mulai terganggu.
  • Keringanan umumnya berupa tiga bentuk restrukturisasi (3R): rescheduling (penjadwalan ulang atau perpanjangan tenor), reconditioning (perubahan syarat seperti angsuran, tenor, atau bunga), dan restructuring (penataan ulang struktur kredit yang lebih luas). Jangan menentukan bentuknya sendiri, sampaikan kondisi lalu diskusikan opsinya dengan bank.
  • Komponen wajib dalam suratnya: identitas dan nomor kontrak atau rekening kredit, jumlah kewajiban beserta alasan kesulitan bayar yang spesifik (bukan sekadar “keuangan sedang sulit”), bentuk keringanan yang diminta plus kemampuan bayar saat ini, serta pernyataan itikad baik dan tanda tangan.
  • Jelaskan angka secara konkret. Contohnya sebutkan penghasilan turun dari Rp10 juta jadi Rp6 juta sehingga kemampuan angsuran menurun ke angka tertentu, lalu ajukan proposal realistis seperti penyesuaian tenor agar cicilan sesuai kemampuan. Ini memberi bank gambaran yang lebih jelas untuk menilai.
  • Tips agar peluang disetujui lebih besar: jelaskan alasan secara jujur dengan dokumen pendukung, ajukan angka yang realistis (tidak terlalu tinggi atau rendah), siapkan dokumen seperti KTP dan surat PHK, ajukan sebelum masalah membesar, dan gunakan format resmi bank bila tersedia. Perlu diingat, mengirim surat tidak menjamin permohonan otomatis disetujui.

Kapan Anda Perlu Mengajukan Surat Keringanan Angsuran?

Jangan menunggu sampai tunggakan menumpuk kalau Anda sudah tahu bahwa kemampuan membayar mulai terganggu.

Beberapa kondisi yang bisa menjadi alasan untuk menghubungi bank antara lain:

Penghasilan turun secara signifikan.
Mengalami PHK atau kehilangan sumber pendapatan.
Usaha mengalami penurunan omzet.
Mengalami musibah atau kondisi darurat yang berdampak pada kemampuan membayar.
Beban keuangan meningkat sehingga angsuran tidak lagi sesuai dengan kemampuan saat ini.

Contohnya, sebelumnya Anda punya penghasilan Rp10 juta per bulan dan mampu membayar cicilan Rp3 juta. Setelah penghasilan Anda turun menjadi Rp6 juta, cicilan yang sama mulai mengganggu kebutuhan pokok.

Dalam kondisi seperti ini, lebih baik Anda segera menyampaikan kondisi tersebut kepada bank daripada mengabaikan tagihan.

Semakin jelas kondisi dan kemampuan pembayaran yang Anda jelaskan, semakin mudah bank menilai opsi penyelesaian yang mungkin diberikan.

Jenis Keringanan yang Bisa Diajukan

Keringanan kredit umumnya berkaitan dengan tiga bentuk restrukturisasi yang dikenal sebagai 3R, yaitu rescheduling, reconditioning, dan restructuring.

Rescheduling (Penjadwalan Ulang Cicilan)

Rescheduling adalah penjadwalan kembali kewajiban pembayaran, termasuk perubahan jadwal atau jangka waktu kredit.

Contohnya, tenor kredit diperpanjang sehingga pembayaran bulanan bisa disesuaikan dengan kemampuan debitur.

Perlu Anda ingat, memperpanjang tenor tidak selalu berarti total biaya kredit menjadi lebih kecil. Karena itu, tanyakan kepada bank bagaimana perubahan tenor akan memengaruhi total kewajiban Anda.

Reconditioning (Perubahan Syarat Kredit)

Reconditioning merupakan perubahan sebagian atau seluruh persyaratan kredit.

Bentuknya bisa berupa perubahan jumlah angsuran, jangka waktu, suku bunga, atau persyaratan lain sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku.

Jadi, bentuk keringanan tidak selalu berupa penghapusan utang. Bank bisa menyesuaikan persyaratan agar pembayaran lebih sesuai dengan kondisi debitur.

Restructuring (Penataan Ulang Kredit)

Restructuring merupakan penataan kembali struktur kredit. Bentuknya bisa lebih luas dibandingkan sekadar mengubah jadwal pembayaran.

Dalam ketentuan perbankan, restrukturisasi bisa mencakup beberapa tindakan seperti penambahan fasilitas kredit, pengurangan tunggakan tertentu, atau bentuk penataan lainnya sesuai kebijakan bank.

Karena istilah dan mekanismenya bisa berbeda sesuai jenis kredit dan bank, jangan menentukan bentuk restrukturisasi sendiri. Sampaikan kondisi Anda dan kemampuan membayar, kemudian diskusikan opsi yang tersedia dengan bank.

Apa Saja Komponen Wajib dalam Surat Permohonan Keringanan?

Tidak semua bank menggunakan format yang sama. Karena itu, sebelum mengirim surat, cek apakah bank Anda punya formulir atau format khusus.

Secara umum, beberapa informasi penting yang perlu Anda cantumkan adalah:

Identitas dan Nomor Kontrak/Rekening Kredit

Cantumkan informasi yang membantu bank menemukan data fasilitas kredit Anda, seperti:

  • Nama lengkap.
  • Nomor identitas sesuai kebutuhan bank.
  • Alamat.
  • Nomor telepon dan email.
  • Nomor rekening atau nomor fasilitas kredit.
  • Nomor kontrak kredit kalau tersedia.

Untuk perusahaan, identitas bisa dilengkapi dengan nama perusahaan, nama contact person, dan informasi perusahaan yang diminta bank.

Jumlah Kewajiban dan Alasan Kesulitan Bayar

Jelaskan fasilitas kredit yang Anda miliki dan kondisi yang menyebabkan Anda kesulitan membayar.

Hindari alasan yang terlalu umum seperti “kondisi keuangan sedang sulit”.

Lebih baik Anda jelaskan faktanya.

Misalnya:

“Sejak Juni 2026, penghasilan saya mengalami penurunan karena adanya pengurangan jam kerja. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pembayaran angsuran menurun dari sebelumnya Rp4.000.000 menjadi sekitar Rp2.500.000 per bulan.”

Untuk perusahaan, Anda bisa menjelaskan perubahan omzet atau kondisi usaha yang berdampak langsung pada kemampuan membayar.

Bentuk Keringanan yang Diminta dan Kemampuan Bayar

Jangan hanya meminta “keringanan”.

Sampaikan bentuk solusi yang Anda harapkan dan berapa kemampuan pembayaran Anda saat ini.

Contohnya:

“Saya mengajukan penyesuaian jangka waktu kredit agar jumlah angsuran bulanan dapat disesuaikan dengan kemampuan pembayaran saya sebesar maksimal Rp2.500.000 per bulan.”

Proposal seperti ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada bank.

Pernyataan Kesanggupan dan Tanda Tangan

Tutup surat dengan pernyataan bahwa informasi yang Anda berikan benar dan Anda punya itikad untuk menyelesaikan kewajiban.

Cantumkan tanggal, nama lengkap, dan tanda tangan.

Kalau bank meminta dokumen atau format tertentu, ikuti persyaratan tersebut.

Contoh Surat Permohonan Keringanan Angsuran Bank

Berikut template umum yang dapat Anda sesuaikan. Template ini bukan format resmi bank tertentu, sehingga bagian identitas, dokumen, dan bentuk keringanan perlu Anda sesuaikan dengan bank tempat Anda memiliki kredit.

Template Siap Pakai

SURAT PERMOHONAN KERINGANAN ANGSURAN / RESTRUKTURISASI KREDIT

[Tempat], [Tanggal]

Kepada Yth.
[Nama Bank]
[Nama Kantor Cabang/Unit]
di Tempat

Perihal: Permohonan Keringanan Angsuran/Restrukturisasi Kredit

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [Nama Lengkap]
No. KTP: [Nomor KTP]
Alamat: [Alamat Lengkap]
No. Telepon: [Nomor Telepon]
Email: [Alamat Email]
No. Rekening/No. Kontrak Kredit: [Nomor]

Dengan ini mengajukan permohonan keringanan angsuran/restrukturisasi atas fasilitas kredit yang saya miliki di [Nama Bank].

Permohonan ini saya ajukan karena [jelaskan alasan secara singkat dan spesifik, misalnya: mengalami penurunan penghasilan akibat PHK/penurunan omzet usaha/kondisi darurat tertentu].

Sebelum mengalami kondisi tersebut, saya memiliki penghasilan sebesar Rp[xxx] per bulan dengan kewajiban angsuran sebesar Rp[xxx] per bulan. Saat ini, kemampuan pembayaran saya menjadi sekitar Rp[xxx] per bulan.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, saya memohon kepada [Nama Bank] untuk dapat mempertimbangkan keringanan/restrukturisasi berupa [contoh: penyesuaian jangka waktu kredit/penyesuaian jumlah angsuran/perubahan skema pembayaran] sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku.

Saya tetap memiliki itikad baik untuk menyelesaikan seluruh kewajiban saya dan sanggup melakukan pembayaran sesuai skema yang nantinya disepakati dengan pihak bank.

Sebagai bahan pertimbangan, saya melampirkan dokumen pendukung berupa [sebutkan dokumen, misalnya slip gaji/surat PHK/laporan usaha/dokumen pendukung lainnya].

Demikian permohonan ini saya sampaikan dengan sebenar-benarnya. Saya berharap pihak [Nama Bank] dapat mempertimbangkan permohonan ini dan memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi serta kemampuan pembayaran saya.

Atas perhatian dan pertimbangannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap]

Tips Agar Permohonan Keringanan Anda Disetujui

Tidak ada surat yang bisa menjamin permohonan keringanan pasti disetujui. Namun, Anda bisa membuat pengajuan lebih jelas dengan beberapa langkah berikut.

1. Jelaskan Alasan Secara Jujur

Jangan membuat alasan yang tidak bisa Anda buktikan. Kalau penghasilan turun karena PHK, misalnya, sertakan dokumen yang relevan kalau diminta.

2. Ajukan Angka yang Realistis

Jangan mengajukan cicilan Rp1 juta kalau kemampuan sebenarnya hanya Rp500 ribu. Sebaliknya, jangan menawarkan angka yang terlalu tinggi hanya agar terlihat sanggup.

Bank perlu melihat apakah skema yang Anda ajukan masih masuk akal berdasarkan kondisi Anda.

3. Siapkan Dokumen Pendukung

Dokumen yang bisa diminta berbeda-beda setiap bank. Contohnya KTP, NPWP, KK, surat PHK, buku tabungan, atau dokumen lain yang berkaitan dengan kondisi keuangan.

Untuk debitur usaha, siapkan dokumen yang bisa menunjukkan kondisi usaha dan perubahan penghasilan kalau diperlukan.

4. Ajukan Sebelum Masalah Semakin Besar

Jangan menunggu sampai tidak mampu membayar sama sekali. Ketika mulai melihat adanya kesulitan pembayaran, segera komunikasikan dengan bank dan tanyakan prosedur yang berlaku.

5. Gunakan Format Bank Jika Tersedia

Beberapa bank punya formulir atau format permohonan sendiri. Kalau bank menyediakan format resmi, gunakan format tersebut daripada membuat surat bebas.

Setelah Surat Dikirim, Apa Langkah Selanjutnya?

Mengirim surat bukan akhir dari proses.

Bank bisa melakukan verifikasi terhadap informasi dan dokumen yang Anda berikan. Dalam beberapa kasus, bank juga bisa meminta informasi tambahan atau melakukan penilaian lebih lanjut sebelum menentukan opsi yang tersedia.

Karena itu, pastikan nomor telepon dan email yang Anda cantumkan aktif.

Kalau bank menawarkan skema baru, jangan hanya menyetujui berdasarkan nominal cicilan bulanan. Periksa juga:

  • jangka waktu kredit;
  • jumlah angsuran;
  • suku bunga atau biaya yang berlaku;
  • total kewajiban setelah perubahan;
  • ketentuan pembayaran;
  • konsekuensi kalau kembali terlambat membayar.

Yang tidak kalah penting, minta kesepakatan restrukturisasi atau perubahan kredit dituangkan secara tertulis. Jangan hanya mengandalkan percakapan melalui telepon atau pesan.

Demikian contoh surat permohonan keringanan angsuran bank yang pada dasarnya harus menjelaskan tiga hal utama, yakni kondisi Anda, alasan kesulitan membayar, dan solusi pembayaran yang realistis.

Anda bisa mengajukan bentuk keringanan seperti penjadwalan ulang, perubahan persyaratan kredit, atau bentuk restrukturisasi lain sesuai kebijakan bank.

Namun, mengirim surat tidak berarti keringanan otomatis disetujui. Bank tetap akan melakukan penilaian terhadap kondisi dan kemampuan pembayaran Anda.

Kalau cicilan mulai terasa berat, jangan menunggu sampai tunggakan semakin besar. Hubungi bank dan komunikasikan kondisi Anda secepat mungkin.

Kalau Anda membutuhkan bantuan untuk memahami kondisi utang dan menentukan langkah yang lebih terarah, coba konsultasi dengan FLIN. Anda bisa memanfaatkan solusi Program Dana Talangan seperti restrukturisasi pembayaran hingga konsolidasi utang sesuai dengan kemampuan bayar.

Tertarik? Anda bisa klik tombol di bawah ini untuk konsultasi dengan tim FLIN secara GRATIS

Simak contoh lainnya seputar surat untuk utang di bawah ini:

Jangan lupa untuk share artikel ini di sosial mediamu!

Anda Tidak Perlu Menanggung Ini Sendirian

Konsultasikan kondisi keuangan Anda dan mulai rencana pelunasan yang jelas bersama FLIN

Artikel terkait

Data Lengkap, Proses Cepat, Tips dari FLIN Buat Dana Talangan

Hutang 101

Data Lengkap, Proses Cepat: Tips dari FLIN Buat Dana Talangan

Cicilan 0 Persen, Cara Kerja, Syarat, dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Uncategorized

Cicilan 0 Persen: Cara Kerja, Syarat, dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Biaya Provisi Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Dasar utang

Biaya Provisi: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Cara Melunasi Shopee PayLater Panduan & Solusi Kalau Gagal (1)

Kurang Cicilan s.d 70% dengan FLIN

  • Konsultasi Gratis
  • Tanpa Jaminan
  • Resmi Terdaftari KOMDIGI