Menghitung gaji itu nggak sesimpel transfer gaji pokok ke rekening. Ada komponen lain yang harus diperhitungkan, mulai dari tunjangan, lembur, BPJS, sampai pajak penghasilan.
Salah hitung sedikit bisa bikin komplain dari karyawan. Makanya, penting banget buat Anda yang pemilik bisnis, HR, atau UMKM untuk tahu cara menghitung gaji karyawan yang benar.
Dasar Hukum Pengupahan di Indonesia
Sistem pengupahan di Indonesia sudah diatur jelas dalam UU Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Intinya, pekerja berhak terima upah sesuai perjanjian kerja dan perusahaan wajib bayar sesuai ketentuan. Perusahaan juga harus memperhatikan komponen lain seperti lembur, BPJS, dan kewajiban pajak atas penghasilan karyawan.
Jadi ya… nggak bisa asal hitung atau kira-kira aja.
Komponen Gaji Karyawan yang Harus Dihitung
Sebelum masuk ke rumus, kenali dulu komponen yang biasanya ada di struktur penggajian:
- Gaji Pokok
Ini imbalan dasar yang diterima sesuai posisi, tanggung jawab, dan perjanjian kerja. Besarannya sering jadi dasar buat menghitung komponen lain seperti tunjangan dan potongan. - Tunjangan Tetap dan Tidak Tetap
Tunjangan tetap dibayar rutin tiap bulan – contohnya tunjangan jabatan, keluarga, atau komunikasi. Sementara tunjangan tidak tetap biasanya bergantung kehadiran atau kondisi tertentu, seperti uang makan, transport, dan insentif kehadiran. - Upah Lembur
Kalau karyawan kerja lebih dari jam normal, perusahaan wajib kasih upah lembur sesuai aturan. Nominalnya beda-beda tergantung jumlah jam tambahan. - Potongan BPJS Kesehatan
Ini program jaminan kesehatan nasional yang iurannya ditanggung bersama oleh perusahaan dan pekerja. Bagian yang jadi tanggungan karyawan akan muncul sebagai potongan di slip gaji. - Potongan BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JP, JKK, JKM)
Program ini mencakup Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. Tapi nggak semua komponen dibebankan ke pekerja – sebagian jadi kewajiban perusahaan. - Potongan PPh 21
Karyawan yang memenuhi ketentuan pajak akan kena PPh 21. Sekarang sistemnya pakai Tarif Efektif Rata-rata (TER) yang bikin potongan bulanan lebih simpel dibanding metode sebelumnya. - Potongan Lainnya
Selain BPJS dan pajak, kadang ada potongan lain kayak kasbon, cicilan pinjaman, potongan koperasi, atau denda sesuai aturan perusahaan.
Dan jujur aja, nggak sedikit karyawan yang akhirnya terpaksa ngambil cicilan pinjaman karena penghasilan nggak sesuai pengeluaran. Kalau Anda lagi di posisi ini – cicilan udah numpuk dan butuh solusi terbaik – coba deh konsultasi dengan FLIN. Mulai dari restrukturisasi pembayaran sampai konsolidasi utang, semuanya bisa Anda dapatkan di sana. Mau coba? Klik tombol di bawah ini.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan
Ini rumus paling sederhana:
Gaji Bersih = Total Penghasilan − Total Potongan
Contohnya gini:
- Komponen | Nominal
- Gaji Pokok | Rp5.000.000
- Tunjangan Jabatan | Rp500.000
- Tunjangan Makan | Rp300.000
- Total Penghasilan | Rp5.800.000
- BPJS | Rp150.000
- PPh 21 | Rp100.000
- Total Potongan | Rp250.000
Maka:
Gaji Bersih = Rp5.800.000 − Rp250.000 = Rp5.550.000
Jadi, yang diterima karyawan sekitar Rp5.550.000.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Harian
Metode ini biasa untuk pekerja harian atau yang sistem bayarnya berdasarkan jumlah hari kerja.
Rumusnya:
- Gaji Harian = Gaji Bulanan / 25 (Jumlah 25 hari karena ada libur weekend atau 1 hari libur di hari Sabtu/Minggu – Ini tergantung dari kebijakan dari setiap kantor mengenai hari libur)
Misal gaji bulananmu Rp4.500.000, berarti:
- Rp4.500.000 ÷ 25 = Rp180.000 per hari
Beberapa perusahaan pakai pembagi 21, 22, atau jumlah hari kerja aktual. Tergantung kebijakan internal masing-masing.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Prorata (Masuk Tengah Bulan)
Ini dipakai kalau karyawan mulai kerja di tengah periode penggajian.
Contoh:
- Gaji bulanan: Rp6.000.000
- Hari kerja bulan itu: 22 hari
- Karyawan mulai hari ke-11
- Hari kerja yang dijalani: 12 hari
Perhitungannya: Rp6.000.000 ÷ 22 × 12 = Rp3.272.727
Jadi gaji bulan pertama yang diterima sekitar Rp3,27 juta sebelum potongan lain.
Cara Menghitung Upah Lembur Karyawan
Dasar perhitungan upah lembur pakai rumus:
Upah Per Jam = 1 / 173 × Upah Sebulan
Contoh: Gaji bulanan Rp5.190.000
Upah per jam: Rp5.190.000 ÷ 173 = Rp30.000
Kalau lembur 2 jam di hari kerja:
- Jam pertama = 1,5 × Rp30.000
- Jam kedua = 2 × Rp30.000
Total lembur: Rp45.000 + Rp60.000 = Rp105.000
Cara Menghitung Potongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Besaran iuran BPJS bisa berubah sesuai regulasi terbaru. Jadi HR harus selalu update.
Langkah umumnya:
- Tentukan dasar upah yang dipakai
- Hitung porsi tanggungan perusahaan
- Hitung porsi tanggungan pekerja
- Masukkan potongan pekerja ke dalam payroll bulanan
Kalau pakai software payroll, proses ini biasanya otomatis. Risiko salah hitung jadi lebih kecil.
Cara Menghitung PPh 21 Karyawan (TER 2026)
Sekarang perhitungan PPh 21 bulanan pakai sistem TER. Langkahnya:
- Hitung penghasilan bruto bulanan
- Tentukan kategori TER sesuai status pajak
- Kalikan penghasilan bruto dengan tarif TER yang sesuai
- Hasilnya jadi potongan PPh 21 bulan itu
Karena tarif beda-beda tergantung status dan penghasilan, perusahaan biasanya pakai software payroll atau kalkulator pajak biar akurat.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset
Beberapa usaha kecil pakai skema ini, terutama toko retail, bisnis keluarga, dan UMKM. Kapan Skema Gaji Berdasarkan Omset Digunakan? Biasanya dipakai waktu pendapatan usaha belum stabil, bisnis masih tahap awal, dan karyawan punya peran langsung ke penjualan.
Rumus Perhitungan Gaji Berbasis Omset
Sederhananya:
Gaji = Gaji Pokok + (Persentase Omset × Total Omset)
Contoh Perhitungan untuk Toko dan UMKM
Misal:
- Gaji pokok: Rp2.500.000
- Insentif: 2% dari omset
- Omset bulan ini: Rp80.000.000
- Insentif: 2% × Rp80.000.000 = Rp1.600.000
- Total gaji: Rp2.500.000 + Rp1.600.000 = Rp4.100.000
- Kelebihan dan Kekurangan Skema Ini
Kelebihannya: memotivasi penjualan, beban gaji fleksibel sesuai kondisi usaha, cocok untuk bisnis target-oriented.
Kekurangannya: penghasilan karyawan nggak stabil tiap bulan, susah diprediksi buat kebutuhan finansial pribadi, dan bisa memicu persaingan nggak sehat kalau target nggak dirancang baik.
Nah, itulah cara menghitung gaji karyawan. Ternyata nggak cuma soal gaji pokok aja – ada tunjangan, lembur, BPJS, pajak, hingga berbagai potongan.
Tapi di sisi lain, menghitung gaji dengan baik itu sama pentingnya dengan menerima gaji tepat waktu. Karena realitanya, masih banyak karyawan yang terpaksa ambil cicilan cuma buat penuhi kebutuhan sehari-hari.
Kalau Anda lagi di situasi kayak gini, coba deh konsultasi langsung dengan FLIN. Anda bisa dapetin opsi yang sesuai kondisi cicilanmu – termasuk restrukturisasi sampai konsolidasi utang. Yuk, konsultasi sekarang.
Simak artikel lainnya seputar gaji karyawan di bawah ini:


