Take over rumah bisa jadi pilihan kalau kamu mau mindahin cicilan ke orang lain, misalnya lagi ada kebutuhan mendesak. Ini berlaku buat KPR biasa, termasuk rumah subsidi. Apakah take over rumah dan take over kredit beda? Tentu, beda.
Selain itu, take over rumah nggak bisa asal, apalagi buat rumah subsidi yang aturannya lebih ketat. Yuk, kita bahas lebih detail.
Take Over Rumah Itu Apa Sih?
Intinya, take over rumah itu proses mindahin kredit rumah yang masih jalan ke pihak lain, bisa ke orang atau ke bank yang beda.
Jadi, rumah yang masih dicicil KPR-nya bisa dialihin, entah ke bank baru atau ke pembeli yang mau nerusin cicilannya.
Biasanya orang ambil opsi ini biar cicilan lebih ringan, atau karena rumahnya mau dijual lagi ke orang lain saat masih nyicil. Lumayan umum sih di properti KPR.
Ada juga kasusnya karena pemilik rumah udah kesulitan bayar, jadi dicarikan pihak lain yang bersedia ngambil alih.
Take Over Sama Over Kredit Itu Beda Lho
Sering dikira sama, padahal beda.
Take over rumah biasanya lewat proses resmi sama bank atau lembaga pembiayaan. Jadi, kreditnya dipindahin ke bank lain atau diatur ulang dengan proses administrasi yang jelas.
Kalau over kredit rumah, lebih sering terjadi antar individu. Jadi pemilik rumah nyerahin cicilannya ke pembeli baru yang mau lanjutin bayar. Tapi biasanya tetap butuh persetujuan bank biar status kepemilikan dan kreditnya bisa diperbarui secara resmi.
Lagi pertimbangin take over karena cicilan dan utang makin numpuk? Sebelum putusin mindahin atau jual rumah, coba konsultasi dulu sama FLIN buat cari strategi atur utang yang lebih pas.
Baca juga: Apa Itu Take Over Kredit? Cara Kerja, Manfaat & Kapan Sebaiknya Dilakukan
Gimana Proses Take Over Rumah?
Dalam prakteknya, take over rumah bisa lewat beberapa cara:
1. Memindahkan KPR ke Bank Lain
Ini yang paling umum. Biasanya karena nemu bank yang nawarin bunga lebih rendah atau cicilan lebih enteng.
Nanti, bank baru bakal lunasin sisa kredit di bank lama. Setelah itu, kamu lanjutin cicilan ke bank baru dengan perjanjian kredit yang baru juga.
Tapi sebelumnya, bank baru biasanya bakal analisis ulang kredit dan nilai propertinya. Tujuannya buat pastikan nilai rumah dan kemampuan bayarmu masih memenuhi syarat.
2. Memindahkan Cicilan ke Pembeli Baru
Ini kasusnya kalau kamu jual rumah yang masih nyicil ke orang lain.
Pembelinya mau nerusin cicilan yang udah kamu bayar. Biasanya, pembeli juga kasih sejumlah uang ke kamu sebagai kompensasi atas cicilan yang udah kamu keluarin.
Tapi ingat, proses ini harus tetap legal dan melibatkan bank biar status kredit dan kepemilikannya jelas.
Take Over Rumah Subsidi, Bisa Nggak?
Bisa. Tapi ada aturan khusus yang harus diikuti.
1. Ada Ketentuan dan Batas Waktunya
Rumah subsidi kan program bantuan pemerintah buat masyarakat berpenghasilan tertentu. Karena itu, aturannya beda sama rumah komersial.
Salah satu aturan pentingnya: rumah subsidi biasanya nggak boleh dijual atau dialihin dalam jangka waktu tertentu sejak akad kredit. Aturan ini dibuat biar rumahnya benar-benar dipakai tinggal, bukan cuma jadi aset investasi.
2. Aturan dari Bank dan Pemerintah
Selain aturan pemerintah, prosesnya juga harus ikut ketentuan bank yang ngasih kredit. Bank bakal nilai lagi kelayakan pembeli barunya.
Calon pembeli harus penuhi kriteria tertentu, misalnya penghasilannya sesuai dan belum punya rumah sebelumnya.
Jadi sebelum take over rumah subsidi, pastikan prosesnya sesuai sama aturan dari pemerintah dan bank biar transaksinya tetap legal.
Baca juga: Take Over KPR, Beneran Bisa Bikin Cicilan Lebih Ringan?
Take over rumah pada dasarnya adalah mindahin kredit rumah yang masih berjalan, baik ke bank lain atau ke pembeli baru.
Tapi prosesnya harus paham aturan yang berlaku, apalagi kalau urusannya sama rumah subsidi yang ketentuannya lebih khusus.
Kalau kamu lagi pertimbangin take over karena tekanan utang makin berat, coba cari solusi lain yang lebih terarah dulu.
Kamu bisa konsultasi dulu sama FLIN buat ngerti kondisi utangmu dan cari strategi yang tepat, kayak atur ulang pembayaran atau konsolidasi utang. Yuk, coba konsultasi sekarang.


