Daftar isi

Utang Jangka Pendek, Arti, Jenis, Contoh, dan Cara Mengelolanya

Utang Jangka Pendek, Arti, Jenis, Contoh, dan Cara Mengelolanya

Orang kerap menganggap utang mereka masih aman selama nominalnya kecil.

Problemnya, utang jangka pendek ini sering muncul dari banyak sumber sekaligus. Tiap tagihan mungkin kelihatan enteng, tapi begitu tanggal pembayarannya saling berdekatan, total yang mesti dikeluarkan bisa bikin keuangan kacau balau.

Cukup banyak yang akhirnya gali lubang tutup lubang, pakai utang baru buat bayar utang lama. Lama-lama, jumlah cicilan bertambah dan makin susah dikontrol.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan utang jangka pendek? Apa saja contohnya? Dan gimana cara mengelolanya? Anda bisa temukan jawabannya di sini.

Apa Itu Utang Jangka Pendek?

Utang jangka pendek adalah kewajiban yang mesti Anda lunasi dalam waktu relatif singkat, biasanya kurang dari setahun.

Dalam konteks bisnis, perusahaan memakai utang ini buat memenuhi kebutuhan operasional, semisal bayar supplier, gaji karyawan, atau kewajiban pajak.

Nah, buat keuangan pribadi, wujudnya lebih sering berupa tagihan kartu kredit, PayLater, pinjaman online, atau kasbon yang mesti dibereskan dalam hitungan minggu sampai beberapa bulan ke depan.

Jenis-Jenis Utang Jangka Pendek

Utang jangka pendek bukan cuma milik perusahaan. Dalam keseharian, nyaris semua orang pernah punya kewajiban yang tenornya di bawah satu tahun.

Yang membedakan cuma bentuk utangnya. Berikut jenis-jenis utang jangka pendek yang umum:

Dalam Konteks Bisnis atau Perusahaan

Bagi perusahaan, utang jangka pendek umumnya dipakai buat mendukung aktivitas operasional sehari-hari.

Beberapa contohnya adalah utang ke supplier, utang pajak, utang gaji karyawan, sampai wesel bayar yang mesti lunas dalam waktu dekat.

Selama perusahaan masih sanggup membayar tepat jadwal dan arus kasnya sehat, punya utang model begini masih wajar.

Dalam Konteks Keuangan Pribadi

Pada keuangan personal, utang jangka pendek punya bentuk yang lebih akrab dengan keseharian Anda.

Mulai dari tagihan kartu kredit, PayLater, pinjaman online yang tenor beberapa bulan, hingga kasbon dari kantor.

Persoalan sering timbul bukan karena Anda punya satu utang, melainkan karena jumlahnya terus merambat naik tanpa disadari.

Anda mungkin masih kuat bayar satu cicilan. Tapi begitu mesti lunasin lima tagihan berbeda setiap bulan, kondisi keuangan Anda bisa berubah jauh lebih menekan.

Contoh Utang Jangka Pendek

Supaya makin jelas, ini beberapa contoh utang jangka pendek yang kerap ditemui, baik dalam kehidupan pribadi maupun di sektor bisnis.

Tagihan PayLater

PayLater kini jadi salah satu contoh utang jangka pendek yang paling marak dipakai.

    Anda bisa membeli barang sekarang, lalu membayarnya bulan depan atau mencicil dalam tempo beberapa bulan.

    Andai dipakai bijak, PayLater memang bisa bantu Anda atur arus kas. Tapi kalau dipakai buat memuaskan keinginan sesaat, tagihannya cepat menggunung.

    Ambil contoh, bulan ini Anda pakai PayLater buat beli sepatu. Bulan depannya dipakai lagi buat beli HP. Lalu tambah lagi belanja kebutuhan rumah. Tanpa Anda sadari, tiap bulan ada beberapa cicilan yang mesti dibayar barengan.

    Pinjaman Online (Tenor 1–6 Bulan)

    Pinjaman online atau pinjol yang tenornya satu sampai enam bulan juga tergolong utang jangka pendek.

      Proses pencairannya yang kilat bikin pinjol sering jadi pilihan waktu Anda butuh dana darurat.

      Sayangnya, kemudahan itu ikut menggoda sejumlah orang buat mengajukan pinjaman tanpa benar-benar mempertimbangkan kemampuan bayar.

      Tagihan Kartu Kredit

      Tiap transaksi yang Anda lakukan pakai kartu kredit akan menjelma jadi tagihan yang mesti dilunasi di periode berikutnya.

        Kalau seluruh tagihan Anda bayar lunas sebelum waktu jatuh tempo, kartu kredit bisa jadi alat bayar yang praktis.

        Namun, kalau Anda cuma membayar jumlah minimum tiap bulan, sisa tagihan akan terus dibebani bunga sehingga beban utang Anda ikut membesar.

        Kasbon

        Kasbon atau pinjaman ke perusahaan juga masuk kategori utang jangka pendek.

          Biasanya, karyawan menerima dana ini buat kebutuhan tertentu, lalu dipotong dari gaji di bulan berikutnya atau sesuai dengan perjanjian.

          Walau tampak enteng, kelamaan sering ambil kasbon bisa mengikis penghasilan Anda yang diterima setiap bulan.

          Utang Usaha (Account Payable)

          Di dunia bisnis, utang usaha (account payable) lahir waktu perusahaan membeli barang atau jasa dari supplier dengan cara kredit.

            Misalnya, satu toko mengambil stok barang sekarang dengan perjanjian bayar 30 hari setelahnya.

            Pembayaran yang dilakukan tepat waktu menjadikan utang usaha sebagai bagian dari operasional yang normal.

            Wesel Bayar (Notes Payable)

            Wesel bayar atau notes payable adalah utang yang disertai dokumen atau perjanjian tertulis soal jumlah pinjaman, bunga, dan waktu pelunasannya.

              Jenis utang ini biasanya dipakai dalam transaksi bisnis atau pendanaan perusahaan.

              Utang Pajak

              Perusahaan juga punya kewajiban menyetor pajak ke negara.

                Sebelum pajak itu disetorkan, kewajiban ini dicatat sebagai utang pajak karena mesti diselesaikan dalam periode tertentu sesuai ketentuan.

                Utang Gaji

                Utang gaji muncul waktu perusahaan masih punya kewajiban membayar gaji yang sejatinya sudah jadi hak karyawan.

                  Contohnya, perusahaan menyusun laporan keuangan sebelum tanggal pembayaran gaji. Selama gaji belum ditransfer, kewajiban ini dicatat sebagai utang jangka pendek.

                  Perbedaan Utang Jangka Pendek dan Utang Jangka Panjang

                  Perbedaan pokok antara utang jangka pendek dan jangka panjang ada di tempo pelunasannya.

                  Utang jangka pendek mesti beres dalam waktu kurang dari setahun. Utang jangka panjang punya tenor lebih dari setahun, malah bisa sampai belasan atau puluhan tahun.

                  Contoh utang jangka pendek, antara lain PayLater, kartu kredit, pinjol tenor pendek, dan utang usaha ke supplier.

                  Sebaliknya, KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman investasi yang tenornya lima sampai lima belas tahun merupakan contoh utang jangka panjang.

                  Selain tenor, biasanya tujuan pemakaiannya juga beda.

                  Utang jangka pendek lebih sering dipakai buat memenuhi kebutuhan operasional atau kebutuhan yang sifatnya mendesak. Sedangkan utang jangka panjang umumnya dipakai buat membiayai aset bernilai besar atau investasi jangka panjang.

                  Cara Mengelola Utang Jangka Pendek Agar Tidak Menumpuk

                  Punya utang jangka pendek bukan serta-merta menandakan kondisi keuangan Anda bermasalah.

                  Yang mesti Anda perhatikan itu caranya mengelola supaya tagihan tidak terus bertambah dan jadi beban di masa mendatang.

                  Catat Semua Utang Jangka Pendek yang Aktif

                  Langkah pertama, Anda mesti tahu persis berapa jumlah utang yang masih dimiliki.

                    Catat seluruh tagihan, mulai dari PayLater, kartu kredit, pinjaman online, sampai kasbon. Tulis juga nominalnya, tanggal jatuh tempo, dan berapa cicilan per bulannya.

                    Langkah simpel ini membantu Anda memotret kondisi keuangan dengan lebih jernih dan meminimalkan risiko ada tagihan yang kelewat.

                    Lunasi yang Bunganya Paling Tinggi Dulu

                    Kalau Anda punya lebih dari satu utang sekaligus, prioritaskan melunasi utang yang bunganya paling gede.

                      Strategi ini bisa mengurangi beban bunga yang terus berjalan sehingga total utang Anda lebih cepat menyusut.

                      Utang-utang lainnya tetap Anda bayar sesuai kewajiban supaya tidak menimbulkan tunggakan.

                      Jangan Ambil Utang Baru untuk Menutup Utang Lama

                      Begitu tagihan mulai bertumpuk, sebagian orang memilih cari pinjaman baru biar cicilan yang jatuh tempo bisa dilunasi.

                        Sekilas, langkah ini memang tampak seperti solusi. Padahal yang terjadi, Anda cuma memindahkan masalah ke bulan berikutnya.

                        Contohnya, Anda pakai pinjol buat melunasi tagihan PayLater. Beberapa minggu berselang, pinjol itu jatuh tempo. Karena belum ada dana, Anda kembali pakai kartu kredit atau pinjaman lain buat membayarnya.

                        Kalau pola kayak gini terus berulang, jumlah utang Anda malah makin banyak dan makin susah dikontrol.

                        Batasi Maksimal 2 Utang Jangka Pendek Aktif

                        Makin banyak utang yang Anda punya, makin ribet pula mengelola pembayaran tiap bulan.

                          Bayangkan Anda mesti mengingat tanggal jatuh tempo kartu kredit, dua PayLater, satu pinjaman online, dan kasbon kantor di waktu yang hampir berbarengan. Selain berisiko lupa bayar, total cicilan yang mesti Anda siapkan juga makin besar.

                          Kalau bisa, usahakan Anda tidak punya terlalu banyak utang jangka pendek secara serentak. Dengan jumlah cicilan yang lebih minim, Anda lebih gampang atur arus kas dan menghindari keterlambatan pembayaran.

                          Konsolidasi Jika Sudah Terlalu Banyak

                          Andai utang sudah berasal dari banyak sumber dan mulai susah diatur, konsolidasi utang bisa jadi solusi yang layak Anda tengok.

                            Lewat konsolidasi utang, sejumlah kewajiban digabung jadi satu kali pembayaran. Anda lantas cukup fokus pada satu cicilan per bulan, alih-alih mengurus banyak tagihan yang tanggal jatuh temponya beda-beda.

                            Selain bikin pembayaran lebih sederhana, konsolidasi ikut membantu Anda menyusun rencana pelunasan yang lebih terarah sesuai kondisi keuangan.

                            Baca Juga:

                            Itulah uraian soal utang jangka pendek, alias kewajiban yang mesti dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun.

                            Meski umumnya punya tenor yang singkat, bukan berarti Anda boleh menganggap enteng utang jenis ini. Andaikata jumlahnya kebanyakan, tagihan bisa datang hampir bersamaan dan bikin keuangan Anda amburadul.

                            Karenanya, Anda perlu tahu dulu seluruh utang yang masih aktif, memprioritaskan pelunasan yang bunganya tinggi, menjauhi kebiasaan tutup utang lama dengan utang baru, serta membatasi jumlah utang yang dimiliki di waktu yang sama.

                            Kalau Anda rasa utang sudah dari banyak tempat dan mulai susah diurus, konsultasi ke FLIN sekarang juga.

                            FLIN bisa bantu Anda menyusun strategi agar utang lunas dengan aneka solusi, termasuk konsolidasi utang seperti yang sudah dipaparkan di atas.

                            Dengan solusi yang tepat, Anda bisa mengelola cicilan lebih terarah dan melangkah lebih dekat ke kondisi keuangan yang sehat. Yuk, konsultasi sekarang.

                            Cek tips lainnya soal pengelolaan utang di bawah ini:

                            Jangan lupa untuk share artikel ini di sosial mediamu!

                            Anda Tidak Perlu Menanggung Ini Sendirian

                            Konsultasikan kondisi keuangan Anda dan mulai rencana pelunasan yang jelas bersama FLIN

                            Artikel terkait

                            Utang Jangka Pendek, Arti, Jenis, Contoh, dan Cara Mengelolanya

                            Uncategorized

                            Utang Jangka Pendek, Arti, Jenis, Contoh, dan Cara Mengelolanya

                            Retail Therapy, Belanja Buat Obat Stres, Kapan Wajar dan Kapan Sudah Bahaya?

                            Cara Mengelola Keuangan

                            Retail Therapy: Belanja Buat Obat Stres, Kapan Wajar dan Kapan Sudah Bahaya?

                            Impulsive Buying, Kenapa Selalu Khilaf dan Cara Berhentinya

                            Cara Mengelola Keuangan

                            Impulsive Buying, Kenapa Selalu “Khilaf” dan Cara Berhentinya

                            Cara Melunasi Shopee PayLater Panduan & Solusi Kalau Gagal (1)

                            Kurang Cicilan s.d 70% dengan FLIN

                            • Konsultasi Gratis
                            • Tanpa Jaminan
                            • Resmi Terdaftari KOMDIGI