FLIN bukan pemberi pinjaman dan tidak menyediakan pinjaman baru. | FLIN hadir untuk membantu penyelesaian pinjaman yang sudah ada dengan institusi keuangan atau pemberi pinjaman.
Mau Beli Rumah KPR? Ini Rahasianya Biar Lolos Subsidi Checking

Mau Beli Rumah KPR? Ini Rahasianya Biar Lolos Subsidi Checking

Perbedaan Bunga Flat dan Efektif Bank Dan Cara Menghitungnya

Siapa sih yang nggak ingin punya rumah sendiri? Apalagi kalau bisa dapat cicilan ringan lewat skema KPR subsidi. Tapi, jujur saja, banyak orang yang gagal di tengah jalan cuma karena satu tahap yang sering disepelekan: subsidi checking.

Di tahap inilah riwayat keuangan kita bakal “ditelanjangi”. Jadi bukan cuma soal berapa gaji kamu, tapi gimana kebiasaan kamu bayar tagihan selama ini juga bakal dilihat. Kalau catatan kamu merah, pengajuan bisa langsung ditolak mentah-mentah.

Sebenarnya, apa sih subsidi checking itu?

Gampangnya, ini adalah cara pemerintah dan bank buat memastikan kalau bantuan bunga rendah ini benar-benar jatuh ke tangan yang tepat. Mereka nggak mau kasih subsidi ke orang yang riwayat kreditnya berantakan atau gajinya ternyata sudah di atas plafon. Jadi, ini semacam filter kelayakan.

Punya masalah cicilan yang masih menumpuk? Jangan dibiarkan, yuk bereskan sekarang bareng FLIN. Penasaran gimana caranya? Klik tombol di bawah buat ngobrol langsung.

Baca juga: Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) adalah: Jenis, Kelebihan, dan Syarat Mengajukannya

Syarat Biar Kamu Lolos “Screening”

Biar pengajuan KPR subsidi kamu nggak nyangkut, pastikan poin-poin ini sudah aman:

  1. Gaji Nggak Boleh “Kekecilan” atau “Ketinggian”
    Ada batas maksimal penghasilan kalau mau ambil rumah subsidi. Kalau gaji kamu sudah terlalu tinggi, ya dianggap sudah mampu ambil KPR komersial. Aturan batas ini biasanya berubah-ubah sesuai kebijakan terbaru pemerintah.
  2. Belum Pernah Dapat Subsidi Sebelumnya
    Jatah subsidi rumah ini cuma sekali seumur hidup. Jadi, pastikan kamu atau pasangan belum pernah pakai fasilitas bantuan serupa dari pemerintah.
  3. Cicilan Jangan Lebih dari Sepertiga Gaji
    Bank biasanya pakai rumus aman: total semua cicilan kamu nggak boleh lebih dari 30–35% penghasilan bulanan. Tujuannya baik kok, supaya kamu nggak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lainnya gara-gara uangnya habis buat bayar utang.
  4. Wajib Bersih dari Kredit Macet
    Ini poin paling krusial. Kalau kamu sering telat bayar cicilan motor atau pinjol, catatan itu bakal kelihatan. Bank paling suka sama calon debitur yang track record-nya bersih tanpa nunggak.
  5. Siap Mental dan Paham Aturan Main
    Biasanya nanti ada sesi wawancara atau simulasi. Bank ingin tahu apa kamu benar-benar paham soal bunga, tenor, dan kewajiban jangka panjang ini. Mereka ingin kamu nggak cuma lolos secara dokumen, tapi juga siap secara mental finansial.

Gimana Alur Pengajuannya?

Prosesnya kira-kira begini: kamu siapkan dokumen (KTP, NPWP, slip gaji), lalu ajukan ke bank. Setelah itu, bank bakal lakukan subsidi checking dan survei ke lokasi rumah. Kalau semua oke, baru deh lanjut ke akad kredit dan pencairan. Karena pengecekannya detail banget, mending cek lagi kelengkapan dokumen kamu dari sekarang.

Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga dengan Efektif

Hati-hati, Subsidi Bisa Dicabut Kalau…

Nah, meskipun sudah akad, subsidi bisa saja dibatalkan kalau kamu melanggar aturan. Misalnya, kamu mendadak gagal bayar dalam waktu lama, ketahuan memalsukan data saat daftar, atau malah rumahnya disewakan/dijual ke orang lain sebelum waktunya. Ingat, rumah subsidi itu tujuannya buat ditempati sendiri.

Jadi, lolos subsidi checking itu sebenarnya bukan soal keberuntungan, tapi soal seberapa rapi keuangan kamu.

Kalau kamu merasa cicilan masih berantakan, skor kredit kurang oke, atau bingung hitung kemampuan bayar, tim FLIN bisa bantu kamu merapikannya. Perlu diingat, FLIN bukan tempat pinjam uang ya, tapi teman buat menata ulang keuangan kamu supaya “layak” di mata bank sebelum ambil komitmen besar seperti KPR.

Yuk, tanya-tanya dulu secara gratis!

Cari Artikel Di Sini

Artikel Terkait