FLIN bukan pemberi pinjaman dan tidak menyediakan pinjaman baru. | FLIN hadir untuk membantu penyelesaian pinjaman yang sudah ada dengan institusi keuangan atau pemberi pinjaman.
BI Checking Jelek: Contoh, Penyebab, dan Gimana Peluang Pinjaman Kamu?

BI Checking Jelek: Contoh, Penyebab, dan Gimana Peluang Pinjaman Kamu?

BI Checking Jelek, Contoh, Penyebab, dan Gimana Peluang Pinjaman Kamu_

Pernah nggak sih merasa sudah melengkapi semua dokumen buat ajukan pinjaman, tapi ujung-ujungnya tetap ditolak? Rasanya pasti menyebalkan. Nah, biasanya biang kerok dari masalah ini adalah catatan BI Checking (yang sekarang namanya SLIK OJK) yang dianggap bermasalah atau “jelek”.

Tapi sebenarnya, status BI Checking yang jelek itu nggak selalu berarti pintu sudah tertutup rapat. Ada yang memang masih punya celah, ada juga yang memang harus “puasa” dulu buat benerin skornya. Biar nggak bingung, yuk kita bedah bareng-bareng apa saja penyebabnya dan sejauh mana peluang kamu kalau mau ajukan pinjaman lagi.

Baca juga: Kol 2 BI Checking: Arti, Risiko, dan Cara Memperbaikinya

Kenapa Sih BI Checking Bisa Jadi Jelek?

Data di SLIK OJK itu nggak tiba-tiba jadi merah tanpa alasan. Biasanya ada pola atau kebiasaan keuangan yang kurang sehat yang terbaca oleh sistem. Ini beberapa hal yang paling sering jadi pemicunya:

1. Sering telat bayar cicilan (meski cuma hitungan hari)
Banyak yang menyepelekan telat bayar dua atau tiga hari. Padahal, sistem mencatat itu semua secara otomatis. Kalau ini jadi kebiasaan, status kolektibilitas kamu bisa turun dari “Lancar” jadi “Dalam Perhatian Khusus”. Jangan anggap remeh telat sedikit, karena kalau ditumpuk, dampaknya kerasa banget di laporan kredit.

2. Ada tunggakan yang dibiarkan lama
Ini yang paling berat. Kalau cicilan nggak dibayar sampai berbulan-bulan, bank bakal langsung kasih label merah. Semakin lama nunggaknya, semakin sulit buat meyakinkan bank di kemudian hari.

3. Kebanyakan ambil pinjaman dalam waktu singkat
Lagi butuh uang terus ajukan kartu kredit, pinjol, dan KTA sekaligus? Hati-hati. Bank bakal lihat ini sebagai sinyal bahaya kalau kamu lagi kesulitan keuangan atau punya rasio utang yang terlalu tinggi.

Kalau kamu merasa cicilan sudah mulai numpuk dan susah dikontrol sampai bikin pusing, mending mulai rapihin arus keuangan kamu sekarang. Kamu bisa coba pakai solusi dari FLIN buat satukan semua cicilan biar lebih ringan dan bunganya masuk akal. Daripada makin stres, mending konsultasi gratis dulu deh di sini.

Efeknya Kalau BI Checking Sudah Terlanjur Bermasalah

Dampaknya bukan cuma soal ditolak pinjaman baru saja, tapi fleksibilitas keuangan kamu ke depannya bakal terganggu. Misalnya:

  • Auto-reject dari bank: Bank biasanya nggak mau ambil pusing. Kalau skor kamu buruk, pengajuan bisa langsung ditolak di tahap awal.
  • Bunga jadi jauh lebih mahal: Kalaupun ada yang mau kasih pinjam, biasanya mereka bakal minta bunga tinggi atau tenor yang pendek banget buat kompensasi risiko.
  • Pilihan produk keuangan terbatas: Mau ambil KPR buat rumah impian atau cicil mobil jadi susah banget, padahal gaji sebenarnya cukup.

Masih Bisa Pinjam Lagi Nggak Ya?

Jujur saja, peluangnya tetap ada tapi tergantung seberapa “parah” catatannya. Kalau kamu masih di posisi Kol 2 (telat di bawah 90 hari), beberapa lembaga masih mau dengar alasan kamu. Tapi kalau sudah masuk Kol 3 sampai Kol 5 (macet), jujur saja peluangnya tipis. Kamu harus beresin dulu riwayatnya.

Satu lagi, jangan sampai tergoda sama pinjaman yang menjanjikan “Tanpa BI Checking”. Biasanya itu jebakan pinjol ilegal yang bunganya nggak masuk akal dan cara penagihannya kasar. Lebih baik sabar benerin skor daripada terjebak masalah baru.

Contoh Gampangnya Seperti Apa?

BI Checking jelek itu bisa kelihatan dari hal-hal simpel:

  • Punya cicilan motor yang sering lewat jatuh tempo sebulan.
  • Sering bayar tagihan kartu kredit mepet minimum payment atau malah sering nunggak.
  • Ada pinjaman paylater yang lupa dibayar berbulan-bulan.
  • Punya terlalu banyak cicilan aktif (paylater, kartu kredit, pinjol) yang bikin skor kredit jadi nggak sehat.

Baca juga: Cara Membersihkan BI Checking, 100% Ampuh!

Terus, Gimana Cara Benerinnya?

Benerin BI Checking itu butuh waktu, nggak bisa sulap sehari jadi. Langkahnya:

  1. Lunasin semua tunggakan. Ini langkah wajib. Kalau nggak sanggup bayar sekaligus, coba nego restrukturisasi sama pihak bank.
  2. Disiplin bayar tepat waktu. Setelah lunas, pastikan semua tagihan sisa dibayar tepat waktu. Konsistensi ini yang bakal dilihat sistem sebagai sinyal kalau kamu sudah “tobat”.
  3. Sabar nunggu update data. Data OJK biasanya update sebulan sekali (sekitar tanggal 7-30). Jadi setelah lunas, jangan kaget kalau statusnya nggak langsung berubah besok pagi.

Kesimpulannya, BI Checking jelek itu bukan akhir dari segalanya. Kondisi ini cuma pengingat kalau pengelolaan cicilan kita perlu diperbaiki. Kuncinya cuma satu: pahami posisi kamu sekarang dan mulai ambil langkah perbaikan yang nyata.

Kalau kamu ngerasa utang sudah mulai nggak karuan dan butuh bantuan buat menata ulang secara legal, FLIN bisa jadi teman diskusi yang pas. Yuk, mulai beresin kondisi keuangan kamu biar bisa bernapas lebih lega lagi.

Cari Artikel Di Sini

Artikel Terkait