Kalau lagi terdesak butuh uang, entah buat keluarga, usaha, atau bayar tagihan dadakan, pasti pengennya yang cepat dan aman, kan? Syukur-syukur bunganya gak bikin pusing.
Nah, sekarang sebenarnya ada beberapa jalan. Yang penting jangan sampai gegabah dan malah terjerat proses yang ribet atau bunga gila-gilaan. Coba cek rekomendasi ini dulu.
1. Bank
Ini sih pilihan yang paling resmi. Bank nawarin macam-macam, dari KTA, kredit multiguna, sampai pinjaman buat usaha.
Soal keamanan, bank biasanya oke karena diawasi OJK. Bunganya juga relatif lebih rendah dibanding yang lain, dan skema bayarnya jelas dari awal. Bikin hati agak tenang.
Tapi ya itu, jalurnya ketat banget. Prosesnya jarang yang instan. Harus siap-siap lengkapi dokumen dan nunggu persetujuan, bisa berhari-hari bahkan mingguan. Gak cocok buat yang butuhnya hari ini juga.
Ngomong-ngomong, kalau utang dan cicilan kamu lagi numpuk, nambah pinjaman baru itu kayak nambah bom waktu. Bisa makin runyam keuangannya.
Daripada buru-buru nambah utang, mungkin lebih baik rapikan dulu yang ada. FLIN bisa bantu atur kewajiban kamu jadi satu cicilan yang lebih tertata. Mau coba konsultasi? Gratis kok.
2. P2P Lending
Platform pinjam-meminjam online ini lagi ngetren banget. Prosesnya serba digital, lewat aplikasi doang.
Untuk dana mendesak, P2P lending sering jadi andalan karena pengajuannya cepat dan syaratnya gak serumit bank. Dana cairnya bisa cuma hitungan hari.
Tapi awas, bunganya bisa lebih tinggi. Dan yang paling penting, pastikan platformnya legal dan terdaftar di OJK. Jangan sampe ketipu pinjol ilegal.
Baca juga: Pinjaman Lunak: Pengertian, Jenis, dan Cara Mendapatkannya
3. Koperasi Simpan Pinjam
Kalau kamu sudah jadi anggota koperasi, ini bisa jadi opsi yang cukup humanis. Pendekatannya lebih personal dan fleksibel.
Prosesnya sederhana, apalagi kalau kamu anggota lama. Bunganya juga seringkali lebih bersahabat.
Sayangnya, dananya terbatas. Gak semua koperasi bisa kasih pinjaman besar dengan cepat. Cocoknya buat kebutuhan mendesak dengan nominal yang gak terlalu gede.
4. Leasing atau Multifinance
Mereka biasanya dikenal buat danain mobil atau barang elektronik. Tapi beberapa juga nawarin pinjaman tunai, dengan jaminan BPKB motor atau mobil misalnya.
Prosesnya relatif cepat dan lebih gampang disetujui daripada bank, asal kamu punya jaminannya.
Resikonya jelas: kalau gagal bayar, barang jaminanmu bisa disita. Plus, baca baik-baik soal bunga dan biaya administrasinya.
Baca juga: Mengenal 5C Kredit: Cara Bank Menilai Kelayakan Pinjaman
5. Pinjaman Online Legal
Pinjol yang legal (yang terdaftar OJK) beda jauh sama yang ilegal. Aturan bunganya jelas, cara tagihnya juga manusiawi.
Ini pilihan yang super praktis buat dana mendesak. Cair cepat, aplikasinya online semua.
Tapi hati-hati, tenor-nya pendek dan bunganya tetap tinggi. Hitung matang kemampuan bayarmu sebelum klik ‘setuju’.
Jadi, itu tadi beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan. Intinya, kalau memang terpaksa minjam, pikirkan matang-matang. Jangan asal comot.
Apalagi kalau utangmu udah dari mana-mana, nambah pinjaman baru bisa bikin sesak napas nantinya.
Daripada numpuk beban, mending beresin dulu yang ada. FLIN bisa bantu kamu konsultasi dan atur ulang utang-utang itu jadi lebih terkendali. Penasaran gimana caranya? Klik aja tombol konsultasi di bawah, gratis kok!


