Kalau kamu lagi butuh dana besar buat kebutuhan jangka panjang, secured loan atau pinjaman dengan jaminan biasanya jadi opsi yang paling sering muncul. Intinya sih, pinjaman ini mewajibkan kita buat kasih aset sebagai agunan supaya pihak bank atau pemberi pinjaman merasa lebih aman.
Aset yang dipakai bisa macam-macam, mulai dari sertifikat rumah atau tanah, BPKB kendaraan, sampai deposito dan emas. Karena ada jaminan ini, risiko buat kreditur jadi lebih rendah, makanya mereka berani kasih plafon yang lebih tinggi.
Cara kerjanya juga cukup straightforward. Kamu ajukan pinjaman, serahkan jaminan, terus bank bakal cek dulu nilai asetnya atau proses appraisal. Nanti dana yang cair bakal menyesuaikan dengan persentase nilai barang yang kamu jaminkan tadi. Tapi ingat ya, kalau sampai gagal bayar, mereka punya hak hukum buat mengambil alih aset tersebut.
Pasti kamu sudah familiar dengan produknya, seperti KPR untuk beli rumah, kredit mobil (KKB), atau gadai emas. Bahkan ada juga pinjaman multiguna yang pakai sertifikat properti.
Kelebihan dan Kekurangan Secured Loan
Kelebihannya apa? Yang paling berasa itu bunganya biasanya jauh lebih rendah dibanding pinjaman tanpa jaminan (KTA). Terus plafonnya bisa gede banget dan tenornya panjang, jadi cicilan per bulannya lebih masuk akal dan nggak terlalu mencekik.
Tapi ya ada sisi minusnya juga. Prosesnya nggak bisa secepat kilat karena ada tahap penilaian aset tadi. Dan yang paling penting buat dipertimbangkan, ada risiko kehilangan aset kalau pembayarannya macet. Jadi memang butuh perhitungan yang benar-benar matang sebelum ambil langkah ini.