Angsuran anuitas merupakan salah satu metode angsuran dalam transaksi pinjaman di Indonesia. Metode ini dikenal karena memudahkan perencanaan keuangan debitur berkat angsurannya yang bernilai tetap.
Dalam artikel ini kita akan membahas secara rinci apa itu bunga anuitas, jenis-jenis, rumus perhitungan, hingga simulasi angsurannya.
Apa Itu Bunga Anuitas
Bunga anuitas adalah metode perhitungan cicilan dengan jumlah pembayaran tetap setiap periode bayar. Konsep ini mirip seperti pada angsuran flat. Bedanya, metode flat menghitung bunga dari pokok pinjaman awal sehingga porsi bunga dan pokok tidak berubah setiap bulan, sementara metode anuitas bunga dihitung dari sisa pokok, sehingga komposisinya akan berubah dari waktu ke waktu.
Setiap kali membayar cicilan anuitas, sebagian dana digunakan untuk melunasi pokok dan sisanya untuk bunga. Karena sisa pokok terus menurun, bunga yang dibayar juga makin kecil, sedangkan porsi pokok semakin besar. Meski komposisi berubah, total cicilan bulanan selalu tetap hingga pinjaman lunas.
Anuitas sendiri merupakan sebuah konsep umum yang tidak terbatas hanya untuk transaksi pinjaman, namun bisa juga diterapkan pada berbagai instrumen lainnya seperti investasi dan asuransi. Menurut Gramedia, anuitas adalah serangkaian pembayaran atau penerimaan dengan jumlah tetap yang dilakukan secara berkala dalam jangka waktu tertentu.
Jenis‑Jenis Anuitas
Anuitas memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan waktu pembayaran atau penerimaannya, yang terdiri dari anuitas biasa, anuitas jatuh tempo, anuitas ditangguhkan, dan anuitas langsung.
1. Anuitas Biasa (Ordinary Annuity)
Anuitas biasa adalah jenis anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di akhir periode. Jika periodenya adalah satu bulan, maka pembayaran/penerimaan dilakukan setelah satu bulan berjalan. Sehingga pihak yang membayar sudah mendapatkan manfaat sebelum membayar.
Contoh paling umum adalah cicilan KPR atau pinjaman bank. Misalnya, seseorang mengambil cicilan perumahan subsidi yang jatuh tempo setiap akhir bulan, maka ia baru membayar cicilan setelah satu bulan menempati rumah, dan seterusnya hingga angsuran selesai.
2. Anuitas Jatuh Tempo (Due Annuity)
Anuitas jatuh tempo adalah kebalikan dari anuitas biasa. Pada anuitas jatuh tempo, pembayaran/penerimaan dilakukan di awal periode.
Contoh paling mudah adalah pada pembayaran sewa rumah. Misalnya, seseorang menyewa kos, maka pemilik kos akan meminta biaya sewa terlebih dahulu sebelum penyewa kos menempati kamar. Pada awal bulan berikutnya, penyewa kos harus membayar lagi jika masih ingin menempati kamar tersebut.
3. Anuitas Ditangguhkan (Deferred Annuity)
Maksud dari anuitas ditangguhkan adalah pembayaran rutin yang dimulai setelah jangka waktu tertentu. Jadi, ada masa tunggu yang harus dilewati sebelum dana bisa dibayarkan atau diterima. Biasanya jenis ini diterapkan untuk tujuan jangka panjang.
Contoh penerapannya adalah pada program pensiun. Iuran yang dibayarkan rutin selama masa kerja baru bisa diterima setelah pensiun. Begitupun dengan deposito berjangka, di mana bunga tidak bisa langsung dicairkan melainkan harus menunggu hingga periode tertentu.
4. Anuitas Langsung (Immediate Annuity)
Jenis anuitas langsung adalah kebalikan dari anuitas ditangguhkan, yaitu pembayaran atau penerimaan yang segera dilakukan tanpa penundaan, lalu berlanjut secara rutin sesuai jadwal.
Contohnya adalah ketika mengajukan kredit mobil atau motor. Begitu pengajuan disetujui, maka debitur harus memulai pembayaran angsuran pertamanya di awal, bersamaan dengan uang muka, biaya provisi, dan biaya admin lainnya.
Yang penting, pastikan agar cicilan tidak melebihi keuangan. Karena, ini bisa berpotensi menimbulkan utang yang menganggu cash flow hidup Anda. Jika mengalami utang menumpuk, percayakan kepada FLIN.
FLIN adalah solusi manajemen utang yang memiliki solusi konsolidasi, restrukturisasi dan pendanaan pelunasan utang lewat program dana talangan. Dengan tenor fleksibel hingga 36 bulan, setiap orang dapat bernapas lega dan mengatur ulang hidup mereka dengan FLIN. Konsultasi sekarang dengan klik tombol di bawah gratis!
Rumus Perhitungan Bunga Anuitas
Anuitas dalam konteks angsuran pinjaman terdiri dari dua komponen, yaitu komponen bunga dan komponen pokok utang. Dalam perhitungan angsuran anuitas ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
Baca juga: Memahami 3 Cara Perhitungan Angsuran: Flat, Efektif, dan Anuitas
1. Menghitung Total Angsuran Tetap
Karena angsuran anuitas bersifat tetap, maka kita harus menghitung berapa jumlah pembayaran angsuran setiap periodenya terlebih dahulu. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Angsuran Anuitas Tetap=Pi(1+i)n(1+i)n-1
dengan:
- P = pokok awal
- i = persen angsuran per bulan
- n = jangka waktu tenor (bulan)
2. Menghitung Komposisi Bunga
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, yang membedakan angsuran anuitas dengan angsuran flat adalah komposisi bunganya. Pada angsuran anuitas, meski total angsuran tetap, komposisi bunganya berubah seiring waktu. Untuk menghitung komposisi bunga pada bulan tertentu menggunakan rumus berikut ini:
Komposisi Bungat= Sisa Pokokt-1i
dengan:
- i = persen angsuran per bulan
- t = bulan ke-
3. Menghitung Komposisi Pokok
Tidak hanya komposisi bunga, pada angsuran anuitas, komposisi pokok juga berubah-ubah. Berikut ini cara menghitung komposisi pokok pada bulan tertentu:
Komposisi Pokokt= Angsuran Anuitas Tetap-Komposisi Bungat
dengan:
- t = bulan ke-
Contoh Simulasi Perhitungan dengan Bunga Anuitas
Untuk memahami lebih dalam, kita akan melakukan simulasi pinjaman yang menggunakan angsuran anuitas. Misalnya, seorang debitur meminjam kepada suatu lembaga keuangan sebanyak Rp12 juta dengan bunga per tahun 12% dan jangka waktu tenor 12 bulan.
Berikut ini langkah-langkah perhitungan bunga anuitas:
1. Menghitung total angsuran tetap
12.000.0000,1212(1+(0,1212))12(1+(0,1212))12-1=1.066.185
2. Menghitung komposisi bunga dan pokok bulan pertama
Komposisi Bunga1=12.000.0000,1212=120.000
Komposisi Pokok1=1.066.185-120.000=946.185
3. Menghitung komposisi bunga dan pokok bulan kedua
Komposisi Bunga2=(12.000.000-946.185)0,1212=110.538
Komposisi Pokok1=1.066.185-110.538=955.647
Dengan langkah yang sama, Anda dapat menghitung komposisi bunga dan komposisi pokok di bulan-bulan setelahnya hingga akhir jangka waktu tenor.
Untuk rincian perhitungan yang lebih rinci hingga akhir jangka waktu tenor terdapat pada tabel amortisasi berikut ini. Tabel amortisasi adalah tabel yang menunjukkan rincian angsuran per periode yang terdiri dari komposisi bunga, komposisi pokok, dan sisa pokok.
Bulan ke – | Cicilan Tetap | Komposisi Pokok | Sisa Pokok | Komposisi Bunga |
1 | Rp1,066,185 | Rp946,185 | Rp11,053,815 | Rp120,000 |
2 | Rp1,066,185 | Rp955,647 | Rp10,098,167 | Rp110,538 |
3 | Rp1,066,185 | Rp965,204 | Rp9,132,963 | Rp100,982 |
4 | Rp1,066,185 | Rp974,856 | Rp8,158,108 | Rp91,330 |
5 | Rp1,066,185 | Rp984,604 | Rp7,173,503 | Rp81,581 |
6 | Rp1,066,185 | Rp994,450 | Rp6,179,053 | Rp71,735 |
7 | Rp1,066,185 | Rp1,004,395 | Rp5,174,658 | Rp61,791 |
8 | Rp1,066,185 | Rp1,014,439 | Rp4,160,219 | Rp51,747 |
9 | Rp1,066,185 | Rp1,024,583 | Rp3,135,636 | Rp41,602 |
10 | Rp1,066,185 | Rp1,034,829 | Rp2,100,807 | Rp31,356 |
11 | Rp1,066,185 | Rp1,045,177 | Rp1,055,629 | Rp21,008 |
12 | Rp1,066,185 | Rp1,055,629 | Rp0 | Rp10,556 |
Total | Rp12,794,226 | Rp12,000,000 | Rp794,226 |
Apa Kelebihan dan Kekurangan Bunga Anuitas?
Bunga anuitas banyak digunakan pada produk pinjaman seperti KPR dan pinjaman jangka panjang lainnya. Sistem ini membuat jumlah angsuran bulanan tetap dari awal hingga akhir masa pinjaman.
Sebelum memutuskan mengajukan pinjaman dengan bunga anuitas, Anda perlu memahami kelebihan dan kekurangannya berikut ini:
Baca juga: Bunga Anuitas vs Flat P2P, Apa Bedanya dan Cara Hitungnya
Kelebihan Bunga Anuitas
1. Cicilan Bulanan Tetap
Jumlah cicilan pada metode anuitas sudah ditentukan di awal dan tidak berubah sampai akhir tenor. Hal ini membuat Anda lebih tak perlu takut dengan angka cicilan yang tiba-tiba naik.
2. Mudah Membuat Rencana Jangka Panjang
Karena jumlah cicilannya sudah pasti, Anda akan lebih mudah untuk mengatur anggaran kebutuhan lainnya bahkan investasi, sambil tetap membayar pinjaman dengan konsisten.
3. Transparan untuk Melihat Progres Pelunasan
Walaupun di awal porsi bunga lebih besar, peminjam bisa melihat dengan jelas bagaimana porsi pokok bertambah seiring waktu. Ada rasa kemajuan yang nyata setiap bulan.
4. Menjaga Skor Kredit
Tidak seperti skema bunga mengambang yang bisa naik-turun mengikuti perubahan suku bunga, cicilan anuitas tetap stabil. Kestabilan ini membuat risiko menunggak menurun, sehingga secara tidak langsung akan menjaga skor kredit tetap aman.
Kekurangan Bunga Anuitas
1. Bunga Lebih Besar di Awal
Pada periode awal, sebagian besar angsuran terdiri dari komposisi bunga, sehingga pokok pinjaman berkurang lebih lambat dibanding metode lain.
2. Fleksibilitas Terbatas
Pinjaman jenis ini biasanya tidak menguntungkan untuk pelunasan dini maupun perubahan pada jadwal pembayaran. Jika Anda melunasi lebih cepat, penghematan bunga tidak terlalu besar karena sebagian besar sudah dibayar di periode awal. Juga, ada penalti yang mungkin harus dibayarkan.
3. Tidak Langsung Mengikuti Perubahan Suku Bunga
Jika Anda mengambil angsuran anuitas dengan fixed rate, maka cicilan bulanan tidak berubah meskipun terjadi penurunan suku bunga. Jika ingin mengubahnya, diperlukan perjanjian ulang atau refinancing yang memerlukan biaya tambahan.
Meski demikian, bunga anuitas tetap menjadi pilihan yang menguntungkan, terutama untuk pinjaman jangka panjang. Karena cicilannya bersifat tetap, Anda bisa lebih mudah memprediksi pengeluaran bulanan tanpa khawatir ada lonjakan cicilan di tengah jalan.
Berbeda dengan bunga flat yang umumnya dipakai pinjol atau pay later, anuitas bisa memberikan keuntungan lebih karena bunga dihitung dari sisa pokok yang semakin mengecil seiring waktu.
Masalahnya, saat ini banyak yang terjebak dengan cicilan di lebih dari satu kreditur, di mana mayoritasnya menerapkan bunga flat. Akibatnya, setiap bulan mereka harus membayar ke berbagai pihak yang masing-masing memiliki beban bunga berat.
Jika ini terjadi pada Anda, maka sudah waktunya Anda mempertimbangakn Program Dana Talangan dari FLIN. Melalui skema konsolidasi utang, FLIN menggabungkan seluruh cicilan Anda menjadi satu skema pembayaran yang lebih ringan.
Skema baru yang ditawarkan FLIN menerapkan bunga anuitas, sehingga setelah pengajuan program disetujui, Anda hanya perlu membayar satu cicilan dengan nominal tetap, dan dengan bunga yang jauh lebih ringan.
Ajukan Program Dana Talangan sekarang, dan raih kebebasan finansial secepatnya!