FLIN bukan pemberi pinjaman dan tidak menyediakan pinjaman baru. | FLIN hadir untuk membantu penyelesaian pinjaman yang sudah ada dengan institusi keuangan atau pemberi pinjaman.

Ekuitas

Gampangnya, ekuitas itu adalah nilai bersih yang tersisa setelah semua utang kita kurangi dari total aset. Jadi, ekuitas menunjukkan berapa bagian dari aset yang benar-benar jadi hak milik kita, bukan milik bank atau pemberi pinjaman.

Rumus ekuitas

Rumusnya simpel saja:
Ekuitas = Aset − Utang

Kalau aset kita lebih besar dari utang, berarti ekuitasnya positif. Tapi kalau ternyata utangnya malah lebih numpuk, ekuitas bisa nol atau bahkan minus.

Contoh Gampangnya di Kehidupan Sehari-hari

Coba kita ambil contoh rumah. Misalkan harga pasar rumah Anda sekarang Rp800 juta, tapi sisa KPR di bank masih Rp500 juta. Nah, ekuitas Anda di rumah itu adalah Rp300 juta. Itulah nilai bersih yang benar-benar Anda pegang.

Beda lagi kalau soal kendaraan. Bayangkan Anda punya mobil senilai Rp200 juta, tapi sisa cicilannya masih Rp220 juta. Di sini ekuitasnya jadi minus Rp20 juta. Kondisi ini sering disebut ekuitas negatif karena utangnya lebih besar daripada nilai barangnya sendiri.

Jenis-Jenis Ekuitas yang Perlu Diketahui

  1. Ekuitas Pribadi: Ini adalah kekayaan bersih Anda. Dihitung dari semua yang Anda punya (tabungan, rumah, investasi) dikurangi semua utang.
  2. Ekuitas Perusahaan: Dalam konteks bisnis, ini adalah hak pemilik atas aset perusahaan setelah kewajiban dibayar. Biasanya di laporan keuangan disebut sebagai modal.
  3. Ekuitas Properti: Khusus melihat selisih harga pasar properti dengan sisa pinjaman yang masih berjalan.

Kenapa Ekuitas Itu Penting?

Begini, ekuitas itu cerminan jujur dari kondisi keuangan kita. Banyak orang kelihatan mapan karena punya banyak aset, tapi kalau utangnya juga selangit, bisa jadi ekuitasnya kecil atau malah negatif.

Punya ekuitas yang sehat itu penting banget supaya posisi keuangan kita lebih aman dan risikonya rendah. Jadi, kita punya ruang lebih untuk menyiapkan masa depan, seperti dana darurat, biaya pendidikan, sampai dana pensiun.

Hubungan Ekuitas dengan Utang

Sebenarnya utang nggak selalu buruk, apalagi kalau sifatnya produktif. Tapi kita harus hati-hati, karena utang yang berlebihan pelan-pelan bakal menggerus ekuitas kita. Masalah biasanya muncul kalau cicilan sudah terlalu besar sampai-sampai aset kita nggak bertambah, malah nilai bersihnya terus merosot.

Cara Meningkatkan Ekuitas

Kalau mau ekuitas naik, kuncinya ada pada kedisiplinan. Mulailah dengan melunasi utang secara bertahap dan sebisa mungkin hindari utang konsumtif. Di sisi lain, kita perlu menambah aset produktif lewat tabungan atau investasi, sambil tetap menjaga arus kas supaya cicilan yang ada tetap terkendali.

Demikian informasi mengenai ekuitas, semoga berguna bagi Anda. Tentunya, penting untuk mengelola ekuitas sebaik mungkin agar keuangan tetap terjaga, terutama terhindar dari utang. Jika terkena masalah utang, usahakan untuk mengatasinya sebaik mungkin dan percayakan kepada FLIN untuk membantu pelunasan utang. Klik di bawah untuk konsultasi gratis untuk mengatasi utang Anda!